Rabu, 28 Agustus 2013

PUISI UNTUK IBUKU







This site has been hacked by Arya Narindra Hasyim
Ya Alloh Jagalah Ibu,Bapak,Serta Adik-adikku!

Puisi Untuk IBU 

Ibu... adalah wanita yang telah melahirkanku merawatku membesarkanku mendidikku hingga diriku telah dewasa Ibu... adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri tatkala perutku terasa lapar dan haus tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam Ibu... adalah wanita yang penuh perhatian bila aku sakit bila aku terjatuh bila aku menangis bila aku kesepian Ibu... telah kupandang wajahmu diwaktu tidur terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang terdapat sinar kelelahan karena aku Aku yang selalu merepotkanmu aku yang selalu menyita perhatianmu aku yang telah menghabiskan air susumu aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu Ibu... engkau menangis karena aku engkau sedih karena aku engkau menderita karena aku engkau kurus karena aku engkau korbankan segalanya untuk aku Ibu... jasamu tiada terbalas jasamu tiada terbeli jasamu tiada akhir jasamu tiada tara jasamu terlukis indah di dalam surga Ibu... hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu karena jasamu tiada terbalas Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH juga kepada Ayah...!! Puisi Ibu Karya : Imam Zenit bu... Kau Harus terbangun di Pusat malam hanya karena suara tangisku yang mengguncang Walau bajumu harus basah dengan semprotan kencingku Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku... Ibu... Kau Dewi dalam keheningan, Kau korbankan malam hanya untuk menjagaku dari kesunyian Dari sunyinya malam, dari bisikan-bisikan nyamuk yang mengincarku Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku... Ibu... Di Pagi hari aku kembali membuat ulah tapi kau tanggapi dengan senyuman... Dulu Kau selalu bilang "Ade jangan nakal"! yang sampai sekarang aku masih mengingatnya Walau kau selalu ku perbudak dengan kenakalanku Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku... Ibu... Wanita yang selalu siaga saat aku dalam buaian saat kakiku belum kuat untuk berdiri saat perutku mulai terasa lapar dan kehausan Saat kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku... Ibu... Kau selalu ada untukku dengan semua curahan perhatianmu Kau selalu jaga aku saat aku sakit, Saat aku terjatuh, saat aku menangis, Saat aku kesepian, walau kau selalu kususahkan Kau tetap tersenyum penuh kasih padaku... Ibu... jasamu tak terhingga, jasamu tak terbalas jasamu tak ternilai, jasamu tiada tara Kasihmu Sepanjang masa, "I Love you Ibu... jasamu terlukis indah dalam bayang surga Ibu... hanya Do'a yang bisa kupanjatkan untukmu karena jasamu tiada terbalas... Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu...
DO'AMU IBU Ibu...! Aku tahu... Semua letihmu itu tulus Dan...akupun tahu Bukan apa-apa yang engkau ingin Engkau tak pernah inginkan apa-apa Ibu...! Dulu engkau pernah bilang Cepatlah besar anakku ! Jadilah engkau orang besar Yang membesarkan hati Ibu Ibu...! Semua hebatku Tak kan pernah ada Tanpa ikhlas pengorbananmu Ibu...! Sabdamu adalah do'a Do'a yang nyaring terdengar Dan pasti... didengar ! Bukan gelimang harta tuk membalas Bukan pula, tahta dan mahkota Bhakti, taat... menjaga hati Itu saja...cari dan mesti kau beri By: Wong alasan 

TERIMA-KASIH..IBU 
 IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih Kulitmu tak lagi kencang Penglihatanmu tak lagi terang Jalanmu kini sudah mulai goyang Namun..apa yang terlihat Semua itu tak pernah engkau rasakan Semua itu tak pernah engkau pedulikan Aku paham, semua itu demi anakmu Sepanjang jalan engkau mengais rejeki Sepanjang waktu engkau berhitung Berapa laba kau dapat hari ini Tuk membayar semua letihmu Engkau tak lagi dapat membedakan Mana siang, mana malam Semangat mengalahkan gemetar kakimu Dan segala rasa lelahmu Ini semua...untuk siapa? Hanya untuk anakmu Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat Mencapai setumpuk asa IBU...sampai kapanpun, Anakmu tak kan pernah lupa Atas semua jasa, do'a dan derita Keringat yang engkau cucurkan IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban Hanya surga yang pantas membayar tulusmu Hanya Tuhan yang pantas menjagamu Dunia dan akherat... IBU... Anakmu kan selalu merindumu Do'a di setiap hembus nafas ini Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu By: Wong alasan    
ENGKAULAH SURGAKU 
 Hari ini aku bertanya Untuk diriku sendiri Sederhana, tapi tak sesederhana itu Untuk menjawabnya Butuh waktu Perjuangan Kesungguhan Entah...apa lagi Tanya yang harus ku jawab Dengan, benar..pasti Hingga ku yakin Itu...pasti benar Tuhan..Engkau bilang Surga ditelapak kaki ibu Makna yang terbalut bahasa Yang sulit ku terjemahkan Biarkan ku coba mencari Mulai hari ini..dan seterusnya. Hingga kuberhenti Kudapati semua jawab Ibu... Ijinkan aku mencari Surgamu Yang masih rapat...tersimpan Diantara rimbun belantara hidup Ibu... Kumohon petuahmu Apa kan kubuat Untuk bahagiamu Ibu... Tunjukkanlah Arah mana kan ku tuju Timur, selatan, barat atau utara Tuk kudapat ungkap semua-jawab By: Wong Alasan
BUNDA Bunda... Bunda... Usiamu kini tak lagi muda Tapi aku jua belum bisa apa-apa Bunda... Bunda... Kakimu tak sekuat dulu Menopang tubuh dan juga aku dikala mengandungku Bunda... Bunda... Tak ada yang berubah dari kasih dan sayangmu Meski mataku terbelalak namun tak sesadar itu Bunda... Bunda... Lidahmu penawar segala sakitku Dan tamparmu penyadar hidayahku Bunda... Bunda... Tak ada yang sepadan sebuah kata kias Karna hanya '' BUNDA '' itu jua yang pas Karya: Adhi Jaka Wahana Puisi untuk ibu Tercinta karya : Puisisurga Ibu, ingin kusajakkan senyummu, seraya kupilih dan kupilah ribuan kata, tetapi tak jua bisa kurangkai kalimat, yang paling senonoh untukmu. Biarlah puisi untukmu tetap kupingit di hati, jika berkenan, baca saja rangkaian prosa pada raut wajahku, karena aku tak pernah memakai cadar dihadapanmu, tangisku adalah tangisku dan tawaku adalah tawaku. Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku, tanpa ada yang mengajari, tanpa pula referensi, dan karenamu juga aku bisa mengenal rindu, yang kuyakini hingga riwayatku ditelan bumi. Ibu, aku tahu kita mencintai kesahajaan, kita membenci kemunafikan, maka untuk apa kututup rapat aurat tabiatku, jika hanya untuk menyenangkanmu. 

MAAFKAN SEGALA KESALAHANKU IBU,BAPAK,ADIK2KU,KERABAT2KU,SAHABAT2KU,TEMAN2KU DAN SAUDARA2KU Terimakasih.  ^_^
Greetings to :|| Alloh-Nabi Muhammad_keluarga serta sahabat || Ibu-Bapak-adik2ku&ponakan || Kakek-nenek || Sedulur-2ku || Sahabat-2 ku  ||and all u brothers and sisters.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar