Kamis, 31 Oktober 2013

Ya Allah…Bolehkah Aku Berkata “Aku Lelah??”





BY L
ALLOH MAHA SEGALANYA Dan kisah ini hanyalah sedikit dari banyaknya ceritaku
 Kisah teladan yang menggetarkan hatiku....bagaimana dengan hatimu??? untuk mengetestnya silahkan baca dengan seksama...semoga bermanfaat

Hari ini menahan semua rasa dan emosi…menahan serta mencoba b’tahan dengan semua beban yang menghimpit. Entah mengapa, hari ini tak seperti biasanya, seperti bukan diriku yang kukenal. aku merasa diri ini b’kecil hati, seakan memulai aksi unjuk rasanya…menentang semua rutinitas yang selama ini aku lakukan, rutinitas yang aku bangun dgn keoptimisan…meski tak memungkiri t’kadang hati menjerit, kesal, mencibir dan mengumpat betapa menyedihkannya hidup ini. ‘Inikah titik lemahku? titik terendahku?
Ya Allah, bantu aku… . Aku ingin terus bertahan! Aku ingin tetap berjuang…
Ya Allah,, Aku Lelah ! terasa tidak mudah perjalanan yang aku tapaki..
perjalanan untuk menuju mimpiku dan untuk membahagiakan orang tuaku & anak2ku..
Berat terasa ketika kaki ini melangkah, banyak kerikil-kerikil terhampar di setiap perjalanan..
badai pun terkadang datang menerpa..membuat hati ini goyah.. ingin berhenti dan MENYERAH…
“Ya Allah! aku hanya hambaMu yang hina. Aku tidak bisa berbuat apapun kecuali mengharap hanya kepadaMu. Jika aku menangis, bukan krna aku tidak ridha dengan takdir dan ketentuanMu, bukan krna aku terluka dengan ujianMu, bukan juga krna aku berkecil hati denganMu. Sedang aku hanya seorang hambaMu yang lemah. Yang tidak punya apapun selain tangisan dan air mata, yang menemani setiap duka dan sakitku.
“Ya Allah! Tangis ini adalah pengobat dukaku. Air mata ini adalah teman yang paling memahami akan diriku. Aku hanyalah seorang hamba yang lelah dalam perjalananku ini. Aku sangat penat ya Allah, Penat untuk menangisi segalanya … Ampunilah aku ya Allah jika aku tidak beradab denganMu. Jika aku ini hambaMu yang tidak tahu berbudi dan tidak pandai bersyukur padaMu.”
“Ya Allah, jadikanlah kesusahan dan ujian ini sebagai pembinaan untuk aku lebih akrab denganMu, lebih mengharap padaMu dan lebih memerlukanMu pada segenap waktu. Janganlah derita dan kesakitan ini membuatkan aku jauh daripadaMu.”
“Aku ridha ya Allah dengan tadirMu ini. Aku terima ini dengan sepenuh jiwa dan ragaku! Aku tidak pernah bersangka buruk padaMu, . Jika di dunia ini terlalu banyak tangisan untukku, andai di dunia ini begitu banyak derita buatku, andai di dunia ini tiada kebahagiaan untukku, Kau gantilah segalanya itu dengan keindahan syurgaMu di sana.”
Ya Allah, biarlah hati ini yang menatanya, Biarlah mulut ini tetap terkunci agar ia tak menyalahkan keadaan, agar ia tetap menatap jauh bahwa ia pasti mampu menghadapinya.
sebuah senyum penyemangat bahwa Engkau sungguh Maha Bijaksana telah menempatkan pada posisi yang sulit…
Hingga pada akhirnya nanti aku kan tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat dan lebih tangguh dari aku hari ini…

Thanks To :| ALLOH | ./Nabi Muhamad | Keluargaku | Sahabat-2ku | Seseorang yang pernah menghiasi hari-2ku | Qodri | Lailatul |  Indari | Nurul Faizah | Ema | Iswa | Alfa | Ni'kmatul  karimah |Dan semua yang tak bisa aku sebutkan satu per satu
Hasyim arya narindra

My Family :| Indonesian Red Cross | Relawan Jumoyo | Salakan production| Radio Angkasa 7 FM |
Powered by mp3yeah.com

Sabtu, 19 Oktober 2013

UNTUK SAHABAT

NeonoRV

Pertama kali, saya ajak Anda menyimak kembali kisah yang dibacakan Torey Hayden kepada Sheila, dalam buku Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil, halaman 219 – 226, dalam judul The Little Prince.

* * * Pangeran Kecil hidup sendirian dalam sebuah planet kecil, bersama sebatang tanaman mawar yang sangat dirawatnya. Ketika Pangeran Kecil berjalan-jalan melihat mawar liar, ia bertemu rubah seekor rubah. “Kemari, bermainlah denganku,” kata Pangeran Kecil, “Aku sangat sedih”. “Aku tidak bisa bermain denganmu,” kata rubah, “Aku belum dijinakkan.” “Ah, maafkanlah aku,” kata Pangeran Kecil, tapi setelah berpikir beberapa saat, dia menambahkan, “Apa artinya itu –menjinakkan?” “Itu adalah tindakan yang sering diabaikan,” kata rubah. “Menjinakkan artinya menjalin ikatan.” “Menjalin ikatan?” “Begitulah,” kata rubah. “Bagiku, kamu saat ini tidak lebih dari seorang bocah kecil yang sama saja dengan ribuan bocah kecil lainnya. Dan aku tidak membutuhkanmu. Dan kamu sendiri tidak membutuhkan aku. Bagimu, aku tidak lebih dari seekor rubah seperti ratusan ribu rubah lainnya.Tapi jika kamu menjinakkan aku, kita akan saling membutuhkan. Bagiku kamu akan menjadi satu-satunya di dunia. Bagimu, aku akan menjadi satu-satunya di dunia..” “Hidupku sangat membosankan,” kata rubah. “Aku berburu ayam, manusia memburuku. Semua ayam sama saja dan semua manusia sama juga. Dan akibatnya aku jadi bosan. Tapi jika kamu menjinakkan, akan terasa seolah matahari menyinari hidupku. Aku akan mengenali suara langkah yang terdengar berbeda dari semua langkah lain. Langkah-langkah lain akan mendorongku bergegas kembali ke bawah tanah. Tapi langkahmu akan memanggilku, seperti musik, keluar dari persembunyianku. Dan coba lihat: Kamu lihat ladang gandum jauh di sana? Aku tidak makan roti. Gandum tidak ada manfaatnya bagiku. Ladang gandum tidak punya arti apa-apa bagiku. Dan itu menyedihkan. Tapi rambutmu berwarna emas. Pikirkan betapa indah jadinya nanti jika kamu telah menjinakkan aku!” “Butir-butir gandum yang juga berwarna keemasan, akan membuatku ingat kepadamu. Dan aku akan sangat senang sekali mendengarkan suara angin yang meniup butir-butir gandum..” Lama rubah itu menatap sang Pangeran Kecil. “Tolong, jinakkan aku!” katanya. “Aku ingin, ingin sekali,” sahut Pangeran Kecil. “Tapi aku tidak punya banyak waktu. Ada banyak teman yang harus kucari, dan banyak hal yang harus kumengerti.” “Orang hanya bisa mengerti hal-hal yang dijinakkannya,” kata rubah. “Manusia tidak punya waktu lagi untuk mengerti apapun. Mereka membeli barang yang telah tersedia di toko. Tapi dimana-mana tidak ada toko yang menjual persahabatan, dan karenanya manusia tidak punya teman lagi. Jika kamu ingin punya teman, jinakkan aku..” “Apa yang harus kulakukan untuk menjinakkan kamu?” tanya Pangeran Kecil. “Kamu harus sabar sekali,” sahut rubah. “Pertama-tama kamu duduk agak jauh dariku –seperti itu– di atas rumput. Aku akan memandangmu dari sudut mataku, kamu tidak boleh bilang apa-apa. Kata-kata adalah sumber kesalahpahaman. Tetapi kamu akan duduk lebih dekat padaku setiap hari..” Maka Pangeran Kecil menjinakkan rubah. Ketika waktu perpisahan hampir tiba, “Ah,” kata rubah, “Aku akan menangis” “Itu salahmu sendiri, aku tidak pernah berkeinginan untuk mencelakaimu. Sama sekali. Tetapi kamu ingin aku menjinakkan kamu..” “Ya memang begitu,” kata rubah.“Tapi sekarang kamu akan menangis !” kata Pangeran Kecil.“Ya memang begitu,” kata rubah.“Jadi itu tidak mendatangkan kebaikan bagimu sama sekali!” “Itu baik untukku,” kata rubah. “Karena warna ladang gandum itu.” Lalu ia menambahkan:“Pergi dan lihatlah lagi bunga-bunga mawar itu. Kamu akan mengerti sekarang bahwa bungamu adalah satu-satunya di seluruh dunia. Lalu kembalilah dan ucapkan selamat tinggal padaku, dan aku akan memberimu hadiah sebuah rahasia.” Pangeran Kecil pergi untuk melihat lagi bunga-bunga mawarnya. “Kamu sama sekali tidak seperti bunga mawar milikku,” katanya pada bunga-bunga mawar. “Jadi kamu tidak ada artinya. Tidak ada yang menjinakkan kamu, dan kamu tidak menjinakkan siapa-siapa. Kamu seperti rubahku ketika pertama kali aku mengenalnya. Dia hanya seekor rubah seperti seratus ribu rubah lainnya. Tapi aku telah menjadikannya temanku, dan kini ia menjadi satu-satunya di seluruh dunia.” Dan mawar-mawar itu sangat pemalu. “Kamu cantik, tapi hampa,” lanjutnya, “Tidak ada yang bersedia mati demi kamu. Tentu, orang yang lewat akan mengira bahwa bunga mawarku tampak persis seperti kamu mawar yang kumiliki. Tapi hanya dialah yang lebih penting dari ratusan ribu mawar lainnya: sebab dialah yang kulindungi di balik tabir, karena demi dialah aku membunuh ulat (kecuali dua atau tiga diantara mereka yang kami selamatkan agar menjadi kupu-kupu). Karena dialah aku mau mendengarkan, ketika dia mengomel atau membual, atau bahkan kadang-kadang ketika dia tidak bilang apa-apa. Karena dia adalah mawarku.” Dan dia kembali untuk menemui rubah. “Selamat tinggal,” katanya. “Selamat jalan,” kata rubah, “Dan sekarang inilah rahasiaku, rahasia yang sangat sederhana: hanya dengan inilah orang bisa melihat dengan benar: Hal apa yang terpenting itu tidak bisa dilihat dengan mata.” “Apakah yang terpenting yang tidak dapat dilihat dengan mata?” ulang Pangeran Kecil supaya dia yakin akan bisa mengingatnya. “Waktu yang telah kamu habiskan untuk mawarmu itulah yang membuat mawarmu begitu penting.” “Waktu yang aku habiskan untuk mawarku..” kata Pangeran Kecil supaya dia yakin akan bisa mengingatnya. “Manusia telah melupakan kebenaran ini., ” kata rubah. “Tapi kamu tidak boleh melupakannya. Kamu bertanggungjawab selamanya terhadap apa yang telah kamu jinakkan. Kamu bertanggungjawab kepada mawarmu..” * * * Sepertinya ada hal-hal menarik yang bisa kita petik dari kisah tersebut. Bahkan bisa kita kembangkan lebih jauh dan lebih luas dalam konteks relasi suami dan isteri. Sesungguhnya persahabatan menjadikan seseorang atau sesuatu menjadi istimewa di antara yang lain. Sang rubah menjadi satu-satunya dari ratusan ribu rubah lainnya. Dan sang mawar juga demikian bagi Pangeran Kecil. Anda dapat menjadi yang istimewa dan satu-satunya bagi pasangan anda. Dan sebaliknya, jadikan ia merasa istimewa dan satu-satunya bagi anda. Untuk menjalin persahabatan, seseorang rela berkorban melakukan apa saja. Persahabatan membutuhkan kesabaran. Anda butuh kesabaran untuk membangun persahabatan dengan pasangan anda. Waktu yang kita habiskan bersama sahabat adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dilihat dengan mata. Waktu yang Anda lewatkan bersama pasangan, adalah waktu yang sangat berharga. Persahabatan akan membawa kesedihan ketika terjadi perpisahan, dan itu wajar. Namun karena spesial, seorang sahabat takkan pernah dilupakan dan senantiasa menyenangkan mengingatnya, dan mengingat segala sesuatu yang mengingatkan pada sahabat, seperti warna ladang gandum. Bahkan menjadikan hal-hal lain yang berhubungan dengannya menjadi bermakna. Begitulah, Anda dapat pula menjalin persahabatan yang istimewa dengan pasangan Anda. Maka menjadi menyenangkan untuk mengingat segala hal yang berkaitan dengan pasangan Anda. Semoga pasangan Anda pun demikian ketika menganggap Anda sebagai sahabatnya.

-->

-->

WE WILL STILL BE, FRIENDS FOREVER
       
      
    Menilik dari perjalanan terawal kehidupan kita, setiap slide nya pasti menyimpan berbagai cerita berikut orang-orang yang meninggalkan kesan di dalamnya. Entah bahagia, entah duka. Saya yakin semuanya pasti berharga sebagai bekal kita melangkah di hari hari berikutnya. Berbicara mengenai rangkaian perjalanan hidup, Ada mereka para sahabat yang datang silih berganti. Mereka, orang-orang yang pernah menjadi karib kita menghabiskan waktu sepanjang hari.
Dulu, saat sama sama masih lucu dan unyu unyu. Dengan sahabat, kita bisa seharian menghabiskan waktu di atas kasur, tenggelam dalam tumpukan novel yang kita sewa dari persewaan buku diiringi lagu lagu abegeh dan cemilan karbo. Dengan sahabat, kita bisa ngalor ngidul di jalanan ngobrol sana sini tanpa tujuan. Dengan sahabat, kita bisa menangis bersama saat menonton film korea. Terbahak bersama memikirkan hal hal konyol yang terjadi di kelas seharian tadi. Curhat tentang kesedihan, tentang asmara seorang remaja, berbagi bahagia, berbagi makanan bersama sepiring berlima, bertukar asesoris, ahh.. what an old sweet memories..

    Tapi kemudian waktu terus berjalan,
kita berpisah dan meneruskan kehidupan masing masing. membentangkan ruang dan waktu yang lebar. Tenggelam dalam dinamikanya sendiri hingga tak lagi bertegur sapa, larut dalam nuansanya yang baru hingga tak lagi bertemu muka. Satu persatu dari kita tumbuh dan berlari ke arah yang berbeda beda, yang membuat kita pun berkembang menjadi orang orang yang berbeda beda pula.
Ya.. seiring masa berlalu, semua orang pasti berubah.. berubah bersama irama hidupnya sendiri. Mengalir dengan riak riak airnya sendiri dan orang orang baru yang juga mengisi kehidupannya..
Boleh jadi, sahabat kita yang sekarang bukanlah sahabat yang sama pikiran dan cara hidupnya seperti dia yang kita kenal dulu..
Dan kita sendiri pun, tanpa disadari, juga telah banyak berubah..
 
Ah, tapi bukankah tak masalah dengan itu?
Ceritanya memang harus tertulis demikian, semua memacu langkahnya ke depan dan tak mungkin harus pelan pelan bergandengan..
Tanpa harus berbalas pandang, saya dan tentunya kita semua akan senang melihat sahabat sahabat kita bahagia dari kejauhan. Melihatnya meraih senyum dan cita bersama orang orang terkasihnya..
Tanpa harus bertukar suara, dari balik jendela tentunya kita semua akan ikut merasakan getar ceria yang mengiring kita berdoa atas segala kebaikan untuknya..
 
Saya, tak ingin menuntut banyak dari mereka tentang perhatian
Saya, tak ingin berharap lebih dari mereka tentang keintiman seperti dulu
Karena saya pun tahu, semua telah memiliki kehidupan barunya sendiri
Dan pastinya berbeda dari kehidupan saat bersama saya di waktu itu
 
Saya pun di sini, telah memiliki kehidupan sendiri
Tenggelam dalam alur deras yang lain
Tapi meski begini, bagi saya.. mereka,, sahabat sahabat saya itu.. akan tetap memiliki tempatnya sendiri di hati saya.
Tak kan terganti. Tak kan terhapus oleh memori yang lain.
Yang akan mengabarkan saya tentang senyuman saat mengenangnya.
Yang akan menawarkan kebahagiaan saat saya mengingatnya.
Demikian juga, semoga saya tetap ada di hati mereka.
       

      
     
     Thanks to All, ....._

Jumat, 18 Oktober 2013

JIKA.........








BY L
ALLOH MAHA SEGALANYA Dan kisah ini hanyalah sedikit dari banyaknya ceritaku
Kisah teladan yang menggetarkan hatiku....bagaimana dengan hatimu??? untuk mengetestnya silahkan baca dengan seksama...semoga bermanfaat
=====================================================
Jika kau mampu menegakkan kepala, ketika orang-orang di sekitarmu kehilangan segalanya dan saling menyalahkan.
Jika kau mampu meyakini dirimu, ketika semua orang meragukanmu. Namun kau tetap mampu memahami keraguan mereka.
Jika kau bisa menunggu dan tidak lelah menunggu. Atau dibohongi, namun tidak berbohong. Dibenci, namun tidak membenci.
Namun semua itu masih tidak terlalu baik, atau tidak terlalu bijaksana.
Jika kau dapat bermimpi dan tidak ada yang memaksamu untuk bermimpi.
Jika kau dapat berpikir dan tidak ada yang memaksamu untuk berpikir.
Jika kau dapat menerima kemenangan dan bencana dan menerima keduanya dengan cara yang sama.
Jika kau mampu mendengar kebenaran yang terucap oleh bibirmu. Meski terhalang kemuslihatan yang menjerat si dungu.
Atau menyaksikan segala hal yang kita bangun, hancur. Namun memungutnya dan membangunnya kembali dengan alat usang.
Jika kau dapat memupuk kemenangan dan terus membumbung tinggi.
Lalu kalah, dan memulai segalanya dari awal dan tidak pernah mengungkit-ungkit kekalahan.
Jika kita dapat menguatkan hati, syaraf, dan otot daging untuk membuatmu bertahan atas kekalahan.
Dan tetap bertahan, meski kau tak punya satu pun lagi kecuali kehendak yang mengatakan `Bertahanlah!`
Jika kau dapat berbicara di depan orang banyak dan tetap menjaga martabat. Atau berjalan dengan Raja tanpa lupa sebagai orang biasa.
Jika tak seorang pun musuh dan teman bisa melukaimu.
Jika semua orang membantumu, namun tidak terlalu banyak.
Jika kau bisa mengisi saat yang menyakitkan dengan nilai enam puluh detik penentuan lari jarak jauh.
Milikmu adalah Bumi dan semua yang terkandung di dalamnya
Dan, lebih dari itu, kau kan menjadi seorang Manusia, anakku!

Thanks To :| ALLOH | ./Nabi Muhamad | Keluargaku | Sahabat-2ku | Seseorang yang pernah menghiasi hari-2ku | Qodri | Lailatul |  Indari | Nurul Faizah | Ema | Iswa | Alfa | Ni'kmatul  karimah |Dan semua yang tak bisa aku sebutkan satu per satu
Hasyim arya narindra

My Family :| Indonesian Red Cross | Relawan Jumoyo | Salakan production| Radio Angkasa 7 FM |
 
Powered by mp3yeah.com

Kisah teladan yang menggetarkan hatiku


BY L
ALLOH MAHA SEGALANYA Dan kisah ini hanyalah sedikit dari banyaknya ceritaku
Kisah teladan yang menggetarkan hatiku....bagaimana dengan hatimu???

untuk mengetestnya silahkan baca dengan seksama...semoga bermanfaat

Oleh Ikka Nur Cahyani
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Ku Sangka Kakek Itu orang Gila..Astagfirullah

Pagi tadi kurang lebih pukul 08.00 aku singgah sarapan disebuah restauran sederhana, sementara aku menunggu menu datang. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang kakek yang "lusuh " karakternya.. Badanya kotor, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.

Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Berkata dalam hati, apa kakek ini kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi goreng. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada kakek tadi. Bapak pemilik restauran kaget dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas "tunggu sebentar".

kakek tadi menghampiri aku sambil berkata "kakek dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati berkata "sungguh indah bahasa kakek yang ku sangka gila tadi". Aku bangun dengan kecewa karena pesanan aku tidak diterima oleh kakek. Lalu aku pergi pada bapak pemilik restauran yang memanggil ku tadi.

Ada apa pak? bapak pemilik Restauran berkata: Jangan kasih dan suruh dia makan jgn disini, nanti customer bapak lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Astagfirullah, Jika orang itu ayah kandung bapak,apakah bapak akan usir dia?" bapak itu diam. Tak apa pak, saya akan bayar ansuran kalo bapak rugi hari ni. Saya mau tanya pak,apa betul kakek td tu sudah makan? bapak jawab, tidak. Dari mula bapak buka pukul 6.30 tadi kakek kopiah itu duduk di tiang itu.

Dalam hati kecilku berkata, tak pernah aku jumpa kakek yang aku anggap gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku hampiri kakek kopiah tu. "kakek, saya makan sendiri, apa kakek mau temani saya makan." kakek itu lalu menghampiriku kerana kesungguhan ku. Banyak yang berganti meja karena bau kakek itu, namun karena ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.

Melihat kakek itu makan dengan sangat sopan hatiku menjadi bahagia. Aku bertanya beberapa persoalan pada kakek tua itu. Kakek dari mana, tinggal dimana? Kakek itu menjawab. Aku merantau cari ridha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah menyangka yg bukan2. Jangan2 wali kakek ini? Mana keluarga kakek?
Kakek dibuang oleh keluarga kakek karena sekeping tanah. Kenapa kakek? Apa masalahnya? Kakek sedekahkan tanah itu untuk seseorang untuk dibangunkan Sebuah pondok Pesantren. Keluarga kakek terus buang kakek. Ya Allah...
Kakek tinggal dimana? Kakek it hanya diam saja tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil bapak pemilik restauran untuk bayar. Semuanya berharga Rp.250.000 ,Aku buka dompet ku, dan aku lupa aku hanya bawa RP.150.000 ,Aduh.... Kakek itu melihat raut wajah muka ku seolah2 melihat masalah dalam dompetku.Lalu Kakek itu memberi sesuatu padaku. Nak, ambil duit ni, kakek yg bayarkan.

Mau tau? Kakek keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia , dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (kakek itu bekas tentara laut).. Semua orang yang makan direstauran tersebut dia bayarkan. Subhanallah.. Semua orang heran ,bapak pemilik restauran berkata "makanan semua sudah dibayarkan oleh kakek kopiah tadi". Semua orang memandang kearahku dan juga kakek. Dengan tiba2 kakek kopiah it angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat . Dan paling terharu apabila aku dengar suara "aamiin....." dengan suara yang ramai. Dan aku berpaling ke belakang, ternyata semua orang mengangkat tangan bersama kakek kopiah itu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.

Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru Agama!! Ada yang menangis karena doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan kakek tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor ku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada kakek tadi. Aku senyum bahagia bahwa orang sekeliling mulai menyukai kakek itu. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.

Dan Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terharu, dan terus kupandang ke arah tempat kakek tadi. Beliau sudah tidak ada disitu. Aku terus pakai helm dan tutup pemuka helm. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan...
Ya Allah.. Kau peliharakanlah kakek itu..AAMIIN Ya Rabbalalamiin

"Seburuk mana pun luaran seseorang jangan sesekali menghina kerana siapa tahu dia lebih mulia dari kita di sisi Allah Ta'alla

Thanks To :| ALLOH | ./Nabi Muhamad | Keluargaku | Sahabat-2ku | Seseorang yang pernah menghiasi hari-2ku | Qodri | Lailatul |  Indari | Nurul Faizah | Ema | Iswa | Alfa | Ni'kmatul  karimah |Dan semua yang tak bisa aku sebutkan satu per satu
Hasyim arya narindra

My Family :| Indonesian Red Cross | Relawan Jumoyo | Salakan production| Radio Angkasa 7 FM |
Powered by mp3yeah.com

Kamis, 17 Oktober 2013

PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH ARMADA PMI

NeonoRV
KEWAJIBANKU ADALAH MELAYANI MEREKA




















=========================================================================
Secuil perjalanan seorang relawan PMI dalam pendistribusian air bersih ke beberapa titik ,kalopun medan berat,waktu tak tentu,dan kondisi di lapangan antusiasme warga tak sesuai dengan pemikiran kita,,,itulah sedikit resiko yang harus di hadapi,wajib sabar,wajib tetap tersenyum ramah,wajib memberikan kesejukan sebab itulah bagian dari konskwensi tugas kita. Lega rasanya bila mereka tersenyum lega sebab sudah mendapatkan stock air bersih untuk mereka konsumsi beberapa hari, Lega rasanya mereka membuktikan dengan tak pernah malu,tak gengsi dan tak sungkan untuk bergerombol menunggu antrian wadah-wadah mereka terisi Walau tak pernah berniat mengharapkan jasa kembali namun beberapa dari merekapun sering menawarkan jasa untuk sekedar mampir istirahat untuk menikmati kopi. Meski  harus sampai larut mendistribusikan air bersih Saya lega sebab tanggung jawab kemanusiaanku terpenuhi Meski harus kedinginan atau  bahkan menahan rasa lapar tapi  lega karena mereka bisa memasak dengan air yang telah kita beri. Apapun yang terjadi mungkin inilah Jiwa / Naluri kemanusiaanku dalam kesukarelaan bersama PMI







BERSAMBUNG>>>>>





Rabu, 16 Oktober 2013

TURUT BERDUKA CITA UNTUK SAHABAT DIDIN RELAWAN PMI MAGELANG


[†] SALAM KEMANUSIAAN [†]

____________________________________________________________________________________



.:: Hasyim Arya Narindra ::.
 
ҳ̸Ҳ̸ҳ SELAMAT JALAN SAHABAT ҳ̸Ҳ̸ҳ
ҳ̸Ҳ̸ҳ SURGA BERSAMAMU ҳ̸Ҳ̸ҳ
 R I P 
Dydyn Choerodin Relawan PMI Magelang


 
ҳ̸Ҳ̸ҳ "Inalillahi Wainalilahi Rojiun..
Kami dari keluarga besar KSR PMI TEMANGGUNG
 Turut Berduka cita atas meninggalnya  ,saudara Choirudin Dydien
Semoga Almarhum Dydyn diberikan terang jalannya, mendapatkan tempat yang sempurna serta di ampuni segala dosa-dosanya.
Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan keihklasan lahir batin semua keluarga yang sudah di tinggalkanya .
Aminn.."


 ҳ̸Ҳ̸x
 




ҳ̸Ҳ̸ҳ PALANG MERAH INDONESIA  ҳ̸Ҳ̸ҳ