Merindukanmu...
Entah apa yang kupikirkan...
Aku tahu ini salah...
Meski begitu aku tak bisa membohongi diriku sendiri...
Aku sangat merindukan kamu...
Meski kau bukan milikku lagi...
Sekali lagi... Aku kangen dirimu...
Merindukan senyummu...
Merindukan parasmu...
Merindukan canda tawamu...
Kangen saat ketemu...
Susah dan senang bareng...merindukan apapun itu saat bersamamu...
Aku tak berharap cinta itu kembali...
Karena semua memang telah berakhir...
Maaf aku telah kecewakanmu...
Aku memang bukan yang terbaik bagimu...
Semoga lewat kata - kataku ini...
Rasa rinduku ini sedikit terobati...
Semua rinduku bisa tersampaikan...
Karna aku tahu aku tak akan pernah bisa denganmu lagi...seperti dulu...
I'm always love u !! Untuk wanitaku Selanjutnya
Thanks to ?????.....
Ya Alloh Bila memang dia jodohku....dan bila dia bukan untukku maka berilah aku petunjukMU
Seharusnya ini harus berahir,,,,Seharusnya ini sudah harus ku lupakan,dan membuka Lembaran baru.Akhirnya hari ini berlalu,,entah kenapa, penuh dengan penantian,,apa sebenarnya aku mengharapkan dia berlaku lebih dari itu?tapi bukankah sudah jelas asalnya,,gubuk hatinya tak lagi sama,,tak lagi menyimpan keteduhan yg sama,,Harusnya tak perlu lagi ditunggu..lalu apa maksudnya ia tepati janjinya?apa hanya sekedar untuk membuatku merasa lebih tenang?Tapi setelah itu ia ikut diam bersamaku..atau dia mengerti, akan lebih mudah bagiku jika dia juga memilih diam,,atau mungkin dia sudah kehilangan hatinya dan tak lagi peduli?sepertinya aku berharap terlalu banyak padanya,,Yang pasti hari ini berlalu,lembaran kenangan yg mungkin terukir tetap membiru,,bukan putih seperti layaknya kertas..hanya membiru,, dan tetap seperti itu untuk beberapa waktu..Hanya mampu menunggu bulan berganti..atau waktu-waktu lain yg tak bisa aku pastikan..aku berharap suatu saat bisa menghadapinya dengan bijak,,saat aku mengingat ini dengan senyum bukan rintihan,,saat aku tertawa menceritakannya bukan menangis..tapi jelas bukan hari ini,dan semoga sampai waktu itu datang,,setidaknya dia masih slalu menepati janjinya..Namun akan sampai kapan penantianku....Akan semakin tumbuh rasa penasaranku,semakin berat kadar rinduku,andai saja kau benar-benar tahu....
MELEPASNYA
Hari ini tak seindah hari kemarin, begitu berat rasanya untuk mengambil keputusan melepaskanmu dari hidupku.
Ya mungkin ini berat, namun ku sadari ini yang terbaik untuk kita.
Aku sadar seperti apa posisiku saat ini, tapi aku bahagia masih di beri kesempatan untuk dekat denganmu walau hanya sebagai teman. Setidaknya aku masih ada di hatimu, walau gak bisa memiliki ragamu. Hari kemarin masih bisa bersamamu, tapi tidak hari ini. Ya karena aku tau, kau tlah menjadi miliknya. Ku coba lewati hari ini dengan senyuman tanpa beban. Mencoba menutupi luka, seakan tidak ada apa-apa di hadapaan sahabat-sahabatku. “Kamu gak apa – apakan?” “Maaf kalau aku keluarkan FB mu dari pertemanannku,,,terbesit untuk memblokirnya sih tapi tidak,aku ga tega...
***** Walau Berat Hati Aku harusmelepasmu! Smua kulakukan demikebaikanmu! Maafkan Aku .... sesungguhnya aku takrela melihat kau dengannya...sungguh hati ...
Ya Alloh Bila memang dia jodohku....dan bila dia bukan untukku maka berilah aku petunjukMU
“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuanMu,
aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kudratMu,
aku mengharapkan kurniaMu yang besar.
Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hambaMu yang dhaif.
Engkau Maha Tahu dan aku adalah hambaMu yang jahil.
Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi.
Ya Allah, jika hal ini (***) dalam pengetahuanMu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.
Tetapi jika dalam ilmuMu hal ini (***) akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku,
membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang ataupun pada masa akan datang, jauhkanlah ia daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya.
Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas setiap sesuatu.”
Madahku
"kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada
orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan
sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Kemaafan yang
diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka
emosi"
Peganganku
"Jika seseorang hadir dalam hidup kamu dan menjadi
sebahagian daripada kamu, tetapi atas sebab tertentu dia terpaksa pergi, jangan
terlalu sedih, terimalah kenyataan itu dan sekurang-kurangnya dia pernah
membahagiakan kamu.
Kata-kata semangatku
"Kadang-kadang Allah sembunyikan matahari, DIA
datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya
matahari, rupa-rupanya Allah hendak memberi kita pelangi"
Aku menapaki kembali jejak masalalu yang kuciptakan . teringat perjuangan yang sempat kulakukan 'sendiri' . sepanjang waktuku , ku habiskan dengan menutup kuat mulutku , mengunci rapat hatiku . tak ku biarkan seorangpun melihat lukaku , menyentuh hatiku . aku menikmati kesendirianku . aku mengobati sayatanku dengan senyum kekuatanku . aku sibuk memakai berbagai topeng . aku sibuk menipu diri . di depan mereka , aku berdiri memamerkan ketegaranku . dalam heningku , aku meratapi hatiku yang merapuh perlahan .
Mereka yang sempat menguatkanku . mereka yang sempat mengisi hariku , hatiku . mereka yang sempat bangkitkan percayaku . pergi meninggalkanku dalam kehampaan , dalam kesunyian . sekali , aku masih mampu memahami . dua kali , tiga kali , aku masih berusaha memahami . ribuan kali , percayaku mulai memudar . tak lagi ku percaya siapapun . tak lagi ku biarkan orang lain menyentuh hatiku .
Sampai muncul seseorang yang 'memaksa' ku membuka kunci di hatiku . dia 'memaksa' ku bangkitkan lagi rasa percayaku . aku menolak , aku berlari menghindar . tapi setiap aku sembunyi , dia selalu ada cara untuk menemukanku . aku menyerah . kuberikan hatiku , percayaku . kubuka selaput yang menutupi mulutku . aku mulai melemah . aku mulai bergantung . dialah orang pertama yang melihat embun karena kerapuhanku . ku tunjukkan kelemahanku . aku terjatuh di hadapannya . tapi dia lalu menghempasku , lepas . dia pergi entah kemana . tak lagi aku dapat mencarinya . tak lagi aku dapat mendengarnya . ini masa kerapuhan pertamaku .
Kututup rapat kembali mulutku . ku genggam erat puing hatiku . kubiarkan mereka melihat kerapuhanku . kubiarkan mereka menikmati embun yang menggambarkan kelemahanku . satu tahun aku berusaha menyatukan kembali serpihan hatiku . kurasa satu tahun cukup bagi mereka melihat kelemahanku . aku kembali bangkit . tapi aku bukan lagi aku yang sebelumnya . aku semakin menutup rapat mulutku . aku mengunci lagi hatiku yang masih jelas tersayat .
4 tahun harus kulalui . aku merasa bukan aku yang sebenarnya . kumainkan drama dengan naskah yang kuciptakan sendiri . kupakai topeng yang kusimpan bertahun lalu . inginku melepas topeng ini . inginku ungkapkan kelemahanku lagi pada dunia . tapi egoku jelas menolak . egoku menutup rapat mulutku dengan genggamannya . embunku menetes menahan perih . aku sudah terbiasa menahan lukaku sendiri . aku terbiasa hidup dalam imajinasiku sendiri . dalam hatiku .temanku hanya **************** melihat semua sayatan di hati , ********mendengar semua tawa palsuku . aku hidup dalam ilusiku bersama ******** . lalu ******** tak lagi bisa bersamaku . tak bisa menemani sepiku . tak lagi bisa damaikan tidurku . aku hilang arah . embunku menetes tanpa henti melepas kepergian l******** . aku kehilangan ******** untuk selamanya . Aku kuatkan kembali hatiku . aku melangkah dengan tegar menuju masa depanku . tapi lalu aku tersadar , aku tak bisa terus begini . aku butuh tempat untuk berlindung . aku butuh tempat untuk berlari . aku butuh seseorang yang mau melihat kerapuhanku , lalu menguatkanku . aku butuh seseorang yang mau menemaniku dalam sepi . Sudah berapa tahun hidupku ?
aku tak bisa menyimpan semua kisahku sendiri . aku bisa GILA .
Mereka memaksaku membuka kunci hatiku lagi . mereka memaksa masuk hatiku . mereka memaksa membuka kembali mulutku . aku berlari menghindar , tapi tak menemukan tempat sembunyi . hingga aku memasuki kembali masa kerapuhanku , masa terlemahku . inginku berteriak , inginku memeluk erat seseorang dalam dekapku .
Aku kembali menemukannya . 'dia' tak hanya mampu membuka kunci di hatiku , 'dia' mampu mengambil separuh hatiku . kubuka perlahan tutup mulutku . ku ungkapkan tanpa ragu kelemahanku . ku tunjukkan dengan gamblang kerapuhanku . tapi 'dia' seakan menghindar . aku semakin lemah , tak mampu obati lukaku sendiri . aku mencari yang lainnya . kutemukan orang lain . kali ini kuberi seluruh percayaku . tapi entah , separuh hati ini seakan tak bisa berhenti menatap 'dia' .
'dia' masih di sisiku . mereka berdua masih bersamaku . mereka masih melihat kerapuhanku . mereka masih melihat hatiku yang semakin melemah . mereka berusaha kuatkan ku , tapi aku terlalu lemah untuk bangkit . 'dia' mulai kembali menyerah . 'dia' seakan ingin melepaskan genggamnya dariku . aku berteriak menahan . aku meratap memohon . 'dia' meneteskan embunnya karenaku , karena kelemahanku . aku telah membuat dua malaikatku meneteskan embunnya .
Aku ingin berlari mengejar anganku , tapi berdiri saja rasanya aku tak mampu . aku ingin seperti dulu , aku ingin bisa kembali menguatkan hatiku sendiri . tapi egoku menghilang tertutup luka yang nyaris menghancurkanku . embunku tak henti menari memamerkan pada dunia betapa rapuhnya aku saat ini . aku harus apa ? aku bisa apa ?
Sekarang , aku terdiam di pojok ruang hampaku . menunggu 'dia' kembali menggenggam tanganku . 'dia' yang mereka pikir hancurkanku , sebenarnya selalu menguatkanku . 'dia' yang mereka pikir kacaukanku , sebenarnya selalu berusaha tegarkanku . 'dia' yang mereka pikir lukaiku , sebenarnya selalu ukirkan senyum di hatiku .