Jumat, 19 April 2013

CANDIGUGUR BAWANG BATANG







NeonoRV



Begitu membencikah dirimu kepadaku  sampai kau tak mau konfirmasi pertemananku. Masalalu  diantara kita memang sudah terkubur beberapa tahun ini yah sejak saya bergabung menjadi KSR PMI Temanggung 2007 silam http://vvcap.net/db/vlZA6Sd27sFzvgpjSxV-.htp    Kenapa  malam ini kau tiba-tiba hadir dalam kolom komentar facebookku ? Dan tak lagi menjawab pertanyaanku.. Kau tahu.....Aku masih mengabadikan Nama pemberianmu... "Arya" Sebutan ini selalu untukmu Aku tak pernah marah bahkan membencimu atas apa keputusanmu tempo dulu Kau tahu apa yang ku mau saat ini..?
Aku ingin sedikit merasakan perhatianmu kepadaku seperti dulu,sedikit saja,,,
aku membutuhkamu.
Aku sudah membuka akun Facebookmu,
dan aku sedikit tahu tentang kondisi perasaanmu saat ini,
dan sepertinya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mendapatkan apa yang aku mau.
Semoga kau tetap bahagia dengan pilihanmu.......
By relawan kemanusiaan
Hanya coretan sederhanaku

RELAWAN PMI TEMANGGUNG SIAGALAH

INFO GEMPA ;

Gempa bumi berpusat di 11 km barat laut Wonosobo kedalaman 10 km,beskala

4,8 SKR ,,,KAWAH TIMBANG meletus,,,sudah ada proses pengungsian di DESA  

sekitar 

Penduduk sudah dialokasikan ke tempat aman. sementara jalan menuju kawah

di tutup sampai ada pengukuran gas dinyatakan aman. status SIAGA. untuk

korban jiwa belum terdeteksi sepertinya belum ada, dan semoga tidak ada..

Rencana DU belum bisa didirikan karena sebagian besar warga masih nunut

numpang ke sanak saudara

***********************************************************

DI MOHON KESIAP SIAGAAN DAN

KEWASPADAANNYA UNTUK SEMUA


RELAWAN PMI,,,


MENUNGGU INFO LANJUTAN



[†] SALAM KEMANUSIAAN [†]

____________________________________________________________________________________



.:: Hasyim Arya Narindra ::.
 
BENCANA BISA DATANG KAPAN SAJA DAN DIMANA SAJA 
ҳ̸Ҳ̸ҳ SIAGA & WASPADA ҳ̸Ҳ̸ҳ
FOTO KONDISI TITIK SEMBURAN GAS  
Semburan asap dari Kawah Timbang yang mengandung hidrogen sulfida membubung tinggi di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (2/4/2013). Semburan asap dari Kawah Timbang tersebut merupakan yang terbesar dalam 30 tahun terakhir. Hingga saat ini, warga masih beraktivitas secara normal dalam jarak 1 kilometer dari kawah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.000 warga Desa Sumber Rejo dievakuasi karena Kawah Timbang di kawasan pegunungan Dieng mengeluarkan dentuman, Jumat (19/4/2013). 
Selain itu, Kawah Sileri juga dilaporkan baru saja mengeluarkan dentuman.
Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho, Jumat.
Sutopo menjelaskan, krisis kegempaan Dieng pukul 19.00-19.25 WIB terekam 86 kali kejadian gempa dengan amplituda maksimum 10-100 mm, Lg 10 - 70 detik. 
Gempa bumi ini terasa hampir di seluruh wilayah pegunungan Dieng dengan skala MMI III-V. Getaran gempa hingga terasa di Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang.
Sampai laporan ini disampaikan, kata Sutopo, masih terekam adanya kejadian gempa bumi. 
Pukul 19.27 - 20.03 WIB, terekam 74 kali gempa dengan amplituda maksimum 10-100 mm, dengan lama gempa 5-30 detik.
Terkait meningkat aktivitas gunung Dieng, maka BNPB telah melakukan beberapa langkah. Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Jawa Tengah dan BPBD Banjarnegera dilaporkan bahwa mulai ada pergerakan/evakuasi warga Desa Sumber Rejo karena Kawah Timbang mengeluarkan dentuman. Sekitar 1.000 warga dari desa itu dievakuasi.
Selain itu, tempat pengungsian sudah disiapkan di balai Desa Batur, aula SMA batur, dan aula SMP Batur. Logistik, peralatan dan posko juga sudah siap. Bantuan dana siap pakai BNPB yang diserahkan kepada BPBD Jateng masih Rp 2,5 miliar dapat digunakan untuk operasional penanganan darurat.
Lanjut Sutopo, BPBD Magelang juga diminta merapat ke lokasi untuk memberikan bantuan. Tim Reaksi Cepat BNPB masih berada di lokasi untuk memberikan pendampingan kepada BPBD. "Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada," imbau Sutopo.
 
UNTUK WARGA MASYARAKAT DI MOHON HATI-HATI DENGAN DAMPAK GAS BERACUNNYA
KENALI ARAH ANGIN DAN TETAP AMANKAN DIRI ANDA 
ҳ̸Ҳ̸ҳ PESAN INI DISAMPAIKAN  ҳ̸Ҳ̸x
 OLEH
 

SI CUCU TERINGAT NASEHAT KAKEK YANG BIJAKSANA

NeonoRV
KAKEK & CUCUNYA



Kakek, bolehkah saya  bertanya.........” Kata Maula dengan sedikit rasa segan.

Kakek tersenyum, “Tanya apa Nak Mas, kok tumben-tumbenan Nak Mas seperti segan tanya sama kakek.......”

“Iya kek, saya sedikit malu tanya soal ini kek, saya khawatir kakek akan menertawakan saya.....” kata Maula masih ragu-ragu mengutarakan pertanyaannya.

“Nak Mas...., pernah 
kakek menertawakan Nak Mas....?, Kakek malah senang kalau Nak Mas mauberbagi pengalaman dengan kakek, kakek  yang sehari-haridi pondok ini, tentu tidak tahu banyak apa yang terjadi di luar sana, dan dari Nak Mas kakek  mendapat banyak informasi dan tambahan pengetahuan mengenai berbagai hal dari Nak Mas.......” Kata kakek.

“Begini k
ek, saya merasakan ada sesuatu yang’aneh’ dalam hal pengelolaan pendapatan saya kek....” Kata Maula.

“Aneh apanya Nak Mas.....?” Tanya
kakek.

“Alhamdulillah
 kek, sejak ditempat kerja yang dulu, Saya dikarunia Allah pendapatan yang ‘lebih’ dibanding dengan rekan-rekan yang lain....” Kata Maula.

“Lalu.....?” Tanya
 kakek penasaran.

“Yang membuat
saya merasa aneh adalah berapapun pendapatan yang saya terima, saya selalu tidak bisa nabung kek, pendapatan saya bahkan tidak mencukupi kebutuhan kami selama sebulan, paling hanya cukup untuk satu atau duaminggu saja, padahal rekan-rekan yang lain, yang pendapatannya mungkin sedikit dibawah saya, justru bisa nabung, bisa beli motor, beli rumah dan bahkan sudah ada yang beli mobil sekarang ini kek.........” Kata Maula, sambil memandagi wajah Ki Bijak, untuk melihat reaksi gurunya tersebut dengan unek-unek yang barusan di utarakannya.

K
akek Bijak tersenyum mendengar penuturan Maula, “Nak Mas masih ingat dengan perbincangan kita kemarin, bahwa ‘kunci’ rezeki kita secara syariat terletak pada rasa syukur kita kepada Allah, keridhaan kita dan tawakal kita kepada Allah.....?” Tanya Ki Bijak.

“Iya 
kek,saya masih ingat......” Kata Maula.

“Syukur, ridha dan tawakal bukan hanya kata-kata yang harus diingat atau dihafal Nak Mas, lebih dari itu, ketiganya harus dipahami dan kemudian diamalkan secara benar, Nak Mas sudah paham makna ketiga kata itu.....?” Tanya
kakek

“Iya kek,saya pernah baca kitab Madarij Salikin karya Imam Ibnu Qoyyim, beliau berkata, "Hakekat syukur terhadap nikmat Alloh adalah menampakkan pujian dengan lisan, kecintaan di hatinya dan ketaatan pada anggota tubuhnya. Syukur dibangun di atas lima landasan utama: ketundukan kepadaAlloh, kecintaan kepada-Nya, pengakuan terhadap nikmat-Nya,pujian kepada-Nya dan tidak menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Alloh, inilah lima landasan syukur menurut Imam Ibnu Qoyyim….”, Kata Maula mengutip buku yang pernah dibacanya.

“Beliaujugamenambahkan’"Barangsiapa yang tidakmelaksanakansalahsatudari lima landasantersebut, berartisatulandasantelahhilangdarinya",

“Sementara Imam Ibnu Qudamah menjelaskan dalam Minhajul Qosidin bahwa "Syukur adalah dengan hati, lisan dan anggota badan.Maksudnya dengan hati yaitu dengan meniatkan untuk kebaikan.Dengan lisan yakni dengan menampakkan tanda syukur tersebut dengan ucapan tahmid (AIhamdulillah) dan dengan anggota badan artinya menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Alloh serta tidak menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya…” Kata Maula lagi masih mengutip pendapat dari buku yang dibacanya.

“Nak Mas sudah hafal makna harfiahnya, sekarang mari kita lihat ke dalam diri kita, ke dalam diriNak Mas, sudahkah Nak Mas melaksanakan makna syukur itu…, sudah kahNak Mas menampakan rasa syukur itu dalam bentuk membelanjakan harta titipan Allah itu dijalan_Nya…,

“CobaNak Mas ingat-ingat lagi zakatnya sudah ikhlas belum, infaq dan sedekahnya sudah dawam belum atau menafkahi orang tuanyasudahbelum……., insya Allah, jika sudah menampakan nikmat itu dengan benar, tidak akan lagi adahal-hal yang ‘aneh’ dalam hal keuangan Nak Mas…….” Kata
kakek
“Selama ini saya selalu berusaha untuk menyisihkan pendapatan saya untuk hal-hal tersebut kek, atau mungkin masih ada yang kurang atau belum saya penuhiya kek, sehingga saya masih merasakan ‘keanehan’ itu…..” Kata Maula.

“SyukurkalauNak Mas sudah berusaha menampakan nikmat dan syukur tersebut dengan membelanjakan harta dijalan Allah, semoga Nak Mas tetap istiqomah dan meningkatkan keikhlasan amalan-amalan tersebut, dan jika Nak Mas masih merasakan ‘keanehan’ itu, coba kita lihat pada syarat berikutnya ‘ridha dan tawakal kepada Allah…..” Kata
kakek.

“Sudahkah Nak Mas ridha dengan pemberian Allah dan kemudian menyerahkan segalanya kepada Allah……..?” Tanya
kakek

Maula terdiam sejenak, ia ragu untuk mengatakan apakah ia sudah ridha dan tawakal kepada Allah, “K
ek, sayamasihseringmemintakepada Allah untukmendapatkanpenghasilanlebih, apakahituberartisaya belumridhadantawakalkepada Allah kek……” kata Maulasedikitcemas.

“Tidak salah kalau kita meminta kepada Allah Nak Mas, bahkan Allah menganjurkan kita untuk memohon kebaikan apapun kepada_Nya, niscaya Allah akan memenuhi permohonan ini, hanya kadang kita-nya yang tidak konsekuen dengan doa dan permohonan kita……..” Kata
kakek.

“Maksudnya k
ek…………?” Tanya Maula

“Begini Nak Mas, setiap hari kita berdoa kepada Allah ‘Bismillahitawakaltu ‘alallah…., dengan nama Allah hamba berserah diri kepada_Nya, tapi yang terjadi kemudian kita justru bertawakal pada penghasilan kita, bukan pada Allah lagi….”

“Kita cenderung akan merasa ‘nyaman’ ketika penghasilan kita besar, bukankarenakitamerasa memiliki Allah yang Maha Pemberi Rezeki, kita lebih cenderung ‘berserah diri’ kepada atasan kita, karena kita menganggap merekalah yang menentukannasib kita, kita beranggapan mereka yang menentukan berapa kenaikan gaji kita, kita masih beranggapan merekalah yang memberikan posisi pada kita, padahal ini salah dan bahkan berseberangan dengan doa kita diatas…..”

“Kalau bismillahitawakaltu ‘alallah kitabenar, berapapun penghasilan yang kita terima, bukan masalah, berapapun gaji yang kita dapat, no problem, bismillahitawakaltu ‘alallah kita benar, apapun kedudukan dan jabatan kita dikantor, bukan persoalan, selama kita masih memiliki kedudukan atau kedekatan kepada Allah, selama kita memiliki buhul atau tambatan yang Maha Kokoh, yaitu Allah swt……..” Kata
kakek.

“Astaghfirullah……., benar k
ek, ternyata itu jawaban terhadap ‘keanehan’ yang saya rasakan selama ini, tawakal saya belum benar kepada Allah, saya masih merasa tergantung dan bergantung pada gaji dan penghasilan saya, saya juga masih merasakan sedikit ketergantungan pada orang lain, pada atasan, belum berserah diri kepada Allah secara penuh……….” Kata Maula.

“Benahi segera Nak Mas, perbaiki tawakal kita kepada Allah, tanam kan dalam –dalam dihati kita bahwa Allah sajalah tempat kita bergantung, Allahushomad, insya Allah, jika Nak Mas sudah mampu bertawakal secara utuh kepada Allah, maka Nak Mas akan mendapati janji Allah dalam surat ath-thaalaq yang kemarin kita bahas, Nak Mas masihingat…….?” Kata
kakek
“Ya kek, barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi segala kebutuhannya…….” Kata Maula sambil mengutip ayat al qur’an;

2. .......... barangsiapabertakwakepada Allah niscayadiaakanmengadakanbaginyajalankeluar.
3. Dan memberinyarezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

“Dan Nak Mas tahu bahwa Allah tidak pernah menyalahi janji_Nya, maka cukupkan diri Nak Mas dengan pertolongan dari Allah, cukupkan diri Nak Mas atas rezeki dari Allah, cukupkan diri Nak Mas atas pemberian Allah saja...., insya Allah ‘keanehan-keanehan’ itu tidakakan Nak Mas rasakan lagi......” Kata K
akek

“Ya k
ek, terimakasih kek, pujisyukurkepada_Muya Allah, Engkau berikan jawaban_Mu lewat lisan guru yang bijak ini......” Kata Maula sambil menengadahkan tangan, terjawab sudah apa yang menghantuinya selama ini.


Amien ya robbal alamiin  


Hanya coretan BLOGER NEWBIE Arya Narindra

KATA KAKEKKU

NeonoRV
KATA KAKEKKU
“Suatu saat, kamu akan mengalami sebuah zaman dimana orang-orang menjadi tuli, orang-orang menjadi buta, dan orang-orang menjadi lumpuh, dan mati rasa” Kalimat diatas adalah kata-kata yang keluar dari mulut kakek dalam sebuah obrolan keluarga beberapa tahun silam. Sederet pertanyaan muncul demi mendengar penyataan yang “aneh” dari kakek; “Sebuah zaman dimana orang-orangnya menjadi tuli, menjadi buta dan lumpuh serta orang-orangnya mati rasa” zaman apakah itu?. Kakek tidak pernah bisa menjelaskan secara explisit makna ucapannya, beliau hanya tersenyum sambil menjawab “Nanti kamu tahu sendiri jawabannya”, itu saja penjelasan kakek. Dizaman kakek dulu, adzan dikumandangkan dari surau-surau tanpa menggunakan loudspeaker, paling banter panggilan shalat itu ditingkahi dengan pukulan beduk atau kentongan, end toh orang-orang yang dari sawah dan ladang bersegera berhenti bekerja dan bergegas kesurau untuk melaksanakan shalat. Meskipun telinga mereka tidak “mendengar” panggilan adzan dan kentongan yang memang jauh dari ladang dan sawah mereka, tapi hati mereka “mendengar” panggilan dan seruan Allah itu, mereka cukup mendongak keatas, manakala matahari tepat diatas ubun-ubun mereka, saat itulah waktu dhuhur tiba. Begitu pun saat Ashar yang mereka tengarai dengan matahari yang telah condong ke arah barat, mereka bergegas kembali untuk menghadap sang ilahirabbi. Kini dizaman cucunya, hampir setiap musholla dan masjid dilengkapi dengan sound system yang canggih, menara pengeras suara yang tinggi, yang memungkinkan suara adzan yang dikumandangkan terdengar dari berbagai penjuru dengan daya jangkau dalam radius ratusan meter. Tapi kenyataannya sekarang, kita yang rumahnya disekitar masjid atau musholla, kita yang kantornya bersebelahan dengan masjid dan musholla, seperti tidak mendengar lengkingan suara adzan dengan menggunakan sound system yang harganya puluhan juta, kita seolah-olah “tuli”, sehingga panggilan adzan dari kiri kanan kita yang saling bersahutan memanggil, tidak terdengar sama sekali. Benar katamu kek, dizaman cucumu ini, sudah banyak orang “tuli” yang tidak bisa mendengar suara adzan!!! Dahulu dizaman kakek, orang-orang lebih banyak menggunakan tanda dari matahari sebagai tanda sudah masuk waktu shalat, karena jam tangan atau jam dinding masih merupakan barang mewah dan mahal, sehingga sebagian orang saja yang memiliki dan mengenakannya, tapi toh mereka hampir tidak pernah tertinggal untuk shalat berjamaah dan shalat tepat pada waktunya. Sekarang dizaman cucunya, hampir setiap orang mengenakan jam tangan dengan berbagai merek dan harga yang mahal, dihandphone pun disetting agar muncul tanda waktu pukul berapa, dikomputerpun ada petunjuk waktu, jam dinding berserakan dikanan kiri tempat kita berada, tapi justru kenapa setelah sekian banyak jam dan petunjuk waktu ada disekitar kita, kita malah tidak dapat melihatnya? Kita seolah-olah “buta” dengan jarum dan angka angka dijam tangan kita. Untuk apa kita pakai jam tangan kalau bukan untuk mengetahui waktu? Lalu kenapa kalau kita tahu pukul +/- 12.00 itu waktu shalat dhuhur kita seperti orang yang tidak bisa baca jam? Benar katamu kek; dizaman cucumu ini sudah banyak orang yang tidak bisa melihat, sudah banyak orang yang buta, sehingga tidak bisa melihat jam tanggannya yang sudah menunjukan waktu shalat. Dahulu dizaman kakek, lebih banyak orang yang bekerja diladang atau sawah yang cukup jauh dari rumah dan tempat-tempat ibadah, mencangkul dan menggali tanah untuk bercocok tanam, tapi justru mereka menjadi orang-orang yang sehat dan kuat dan mereka tetap berusaha untuk bisa shalat tepat waktu dan berjamaah. Kini dizaman cucunya, orang lebih banyak bekerja dikantor, didepan komputer. Mungkin karena kebiasaan mereka yang duduk berlama-lama didepan komputer itulah mereka menjadi “lumpuh”, sehingga ketika waktu shalat tiba, mereka tidak segera beranjak meninggalkan tempat kerjanya, tidak segera melepaskan mouse ditengah asyik browsingnya, pada entah apa yang sedang mereka browsing, keasyikannya itu, telah membuatnya seolah “lumpuh” untuk segera bergegas menuju tempat shalat. Benar katamu kek; dizaman cucumu ini, sudah banyak orang yang lumpuh, sehingga mereka tak mampu lagi berjalan kemasjid untuk menunaikan shalat berjamaah” Dizaman kakek dulu, ketika ada tetangga yang sakit atau meninggal, hampir satu kelurahan menjenguk, dizaman kakek dulu, ketika ada orang yang ditimpa kesulitan, hampir semua orang ramai-ramai membantu, dizaman kakek dulu, hampir semua orang merasakan apa yang dirasakan tetangga dan saudaranya. Dizaman cucunya sekarang, ada teman sekantor yang tidak masuk selama seminggu pun, kita seperti tak pernah merasa kehilangan, ketika ada yang keluarpun biasa-biasa saja, tak peduli keluarga kawan kita bagaimana, tak peduli anak rekan kita seperti apa, toh mereka hanya sekedar “teman”. Rasa simpati dan empati sebagai dasar lahirnya rasa cinta dan kekeluargaan sudah sedemikian menipis, sehingga hubungan antara sesama tak lebih dari sekedar hubungan kerja, hubungan bisnis, hubungan antara atasan dan bawaha, hubungan boss dan jongosnya, hubungan majikan dengan kacungnya, tidak lebih. Tidak ada lagu “rasa” yang menyertai hubungan-hubungan itu. Benar katamu kek; dizaman cucumu ini sudah banyak orang yang mati rasa, mati rasa cintanya, mati rasa pedulinya, mati rasa empatinya, mati rasa kebersamaannya”. 46. Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj:46)
Amien ya robbal alamiin  Hanya coretan BLOGER NEWBIE Arya Narindra

RADIO STREAMING ANGKASA 7 FM TEMANGGUNG 



Kamis, 18 April 2013

DOA UNTUK SAUDARA MUSLIM DI MANAPUN BERADA

NeonoRV
DOA & RENUNGKU 


Sebagai bentuk solidaritas iman dan jihad untuk kaum muslimin di Suriah, Yaman, Somalia, Afghanistan, Irak, Kashmir, Myanmar,Palestina dan seluruh dunia secara umum, berikut ini  doa untuk mereka. Lebih utama apabila doa ini dibaca sebagai qunut nazilah dalah shalat lima waktu. Semoga bisa diamalkan dan bermanfaat bagi semua umat Islam.
اَللَّهُمَّ احْقَنْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ فِي شَتـَّّى بِقَاعِ اْلأَرْضِ
اَللَّهُمَّ نَسْأَلُكَ عِزًّا وَتَمْكِينًا وَنَصْرًا لِلْمُجَاهِدِينَ مُبْينًا
اَللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَلَهُمْ وَانْصُرْهُمْ وَقَوِّهِمْ
اَللَّهُمَّ سَدِّدْ رَأْيَهُمْ وَصَوِّبْ رَمْيَهُمْ وَسِهَامَهُمْ
وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ وَأَصْلِحِ اللَّهُمَّ قُلُوبَهُمْ
Ya Allah, tahanlah darah kaum muslimin di seluruh penjuru dunia (dari ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam)
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kejayaan, kekuasaan, dan kemenangan yang nyata untuk mujahidin
Ya Allah, bersamalah mereka, belalah mereka, menangkanlah mereka, dan kuatkanlah mereka
Ya Allah, luruskanlah pendapat mereka, tepatkanlah tembakan dan anak panah mereka
Satukanlah kalimat mereka dan perbaikilah hati mereka
اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَعْدَائِهِمْ
اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ
وَشَتـِّتْ شَمْلَهُمْ وَأَضْعِفْ شَوْكَتَهُمْ وَاقْذِفِ الرُّعْبَ فِي قُلُوبِهِمْ
Ya Allah, hancurkanlah musuh-musuh mujahidin 3x
Ya Allah, pecah-belahlah persatuan mereka 3x
cerai-beraikanlah perkumpulan mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, dan campakkanlah rasa takut ke dalam hati mereka
اَللَّهُمَّ إِلَيْكَ نَشْكُو ظُلْمَ النـَّصَارَى الْحَاقِدِينَ وَفُجُورَ الْيَهُودِ الْمُلاَعِينَ وَتَسَلُّّــّط النــُّصَيْرِيِّينَ وَالرَّوَافِضِ الْمُجْرِمِينَ
 أَعْدَاءِ الدِّينِ مِنَ الْمُنَافِقِينَ وَالْعُمَلاَءِ وَالظّــّالِمِينَ
اَللَّهُمَّ سَلـِّطْ عَلَيْهِمْ يَدًا مِنْ الْحَقِّ حَاصِدَةً تَرْفَعُ عَنَّا ذُلَّـّنَا
وَتُعِيدُ لَنَا عِزَّناَ
وَتُسْقِطُ بِهَا عَدُوَّنَا
اَللَّهُمَّ لاَ تُبْقِ لَهُمْ رَايَةً
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ لِمَنْ خَلْفَهُمْ آيَةً
Ya Allah, kami mengadukan kepada-Mu kezaliman orang-orang Nasrani yang mendengaki, kejahatan orang-orang Yahudi yang terlaknat, penindasan orang-orang Nushairiyah dan Rafidhah yang durjana
Juga musuh-musuh agama Islam dari kalangan orang-orang munafik, antek-antek kafir, dan orang-orang zalim
Ya Allah, kuasakanlah atas diri mereka tangan kebenaran yang menghilangkan kehinaan kami, mengembalikan kemuliaan kami, dan menjatuhkan musuh kami
Ya Allah, janganlah Engkau sisakan satu panji pun bagi musuh-musuh kami
Jadikanlah mereka sebagai pelajaran bagi orang-orang sepeninggal mereka
اَللَّهُمَّ فُكَّ أَسْرَ إِخْوَانِنَا اْلمَأْسُورِينَ عُمُومًا وَقَادَتِنَا وَتِيجَانِ رُؤُوسِنَا خُصُوصًا
اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ خَلاَصَهُمْ وَشُدَّ أَزْرَهُمْ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى إِيمَانِهِمْ
اَللَّهُمَّ اجْعَلِ التَــّمْكِينَ لَهُمْ
اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِمَنْ يُعَذِّبُوهُمْ اللَّهُمَّ خُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ
Ya Allah, bebaskanlah secara umum saudara-saudara kami yang ditawan, dan secara khusus bebaskanlah para komandan dan pemimpin kami
Ya Allah, mudahkanlah pembebasan mereka, kuatkanlah kekuatan mereka, dan teguhkanlah iman mereka
Ya Allah, karuniakanlah kekuasaan kepada mereka
Ya Allah, hukumlah orang-orang yang menyiksa mereka, balaslah kebiadaban mereka, wahai Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ تَدْبِيرَ أَعْدَائِنَا تَدْمِيرًا لَهُمْ وَمَكْرَهُمْ مَكْرًا بِهِمْ
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ
يَا قَرِيبُ يَا مُجِيبُ
اَللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ نَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَ اْلأَقْصَى مِنْ قَبْضَةِ اْليَهُودِ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ
اَللَّهُمَّ خَلِّصْهُ مِنْ كُلِّ كَافِرٍ جَحُودٍ اللَّهُمَّ أَقِرْ عُيُونَنَا بِهِ
وَبِهَزِيمَةِ الْيَهُودِ الْحَاقِدِينَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْمُجْرِمِينَ مِنْ أَبْنَاءِ جِلْدَتِنَا
Ya Allah, jadikanlah perencanaan musuh-musuh kami sebagai kehancuran bagi mereka
dan tipu daya mereka menimpa mereka sendiri
Wahai Allah Yang Maha Hidup lagi Maha berdiri sendiri
Wahai Allah pemiliki kemuliaan dan keagungan
Wahai Allah Yang Maha mendengar doa
Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan
Ya Allah Yang Maha hidup lagi Maha mengurus langit dan bumi
Kami memohon kepada-Mu, selamatkanlah Al-Aqsha dari cengkeraman orang-orang Yahudi dan antek-antek mereka
Selamatkanlah Al-Aqsha dari setiap orang kafir yang mendustakan dien-Mu
Tentramkanlah kami dengan terbebasnya Al-Aqsha
Dan kekalahan orang-orang Yahudi dan antek-anteknya dari kalangan bangsa kami
kekurangan kami, pembantu
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي بِلاَدِ الشــّامِ وَفِي اْليَمَنِ وَالصُــّومَالِ وَكُلِّ مَكَانٍ
اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالنـَّصَارَى الْحاَقِدِينَ وَالْيَهُودِ اْلمُجْرِمِينَ وَأَعْدَائِكَ أَعْدَاءِ الدِّينِ مِنْ عُمَلاَئِهِمْ يَا رَبَّ اْلعَالَمِينَ
اَللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَدًا وَاقْتُلْهُمْ بَدَدًا وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
اَللَّهُمَّ كُنْ مَعَ إِخْوَانِنَا اْلمُجَاهِدِينَ كُنْ لَهُمْ عَونًا مُعِينًا وَنَاصِرًا وَنَصِيرًا
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَنَا وَاشْفِ مَرْضَانَا وَدَاو ِ جَرْحَانَا
وَفُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا
 وَفُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا
وَفُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا
وَاجْبُرْ كَسْرَناَ وَاسْتُرْ عَيْبَنَا وَاغْفِرْ ذَنْبَنَا وَتَقَبـَّلْ دُعَاءَنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Ya Allah, berikanlah kemenangan kepada saudara-saudara kami di negeri Syam, Yaman, Somalia, dan di semua tempat
Ya Allah, hancurkanlah orang-orang Nasrani yang mendengki, orang-orang Yahudi yang durjana, dan musuh-musuh-Mu musuh-musuh agama Islam dan antek-antek mereka, wahai Rabb seluruh alam
Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka tercerai-berai, dan janganlah Engkau sisakan seorang pun di antara mereka
Ya Allah, bersamalah sauada-saudara kami para mujahidin, limpahkanlah pertolongan, bantuan, dan kemenangan kepada mereka
Ya Allah, kasih sayangilah para syuhada’ di antara kami, sembuhkan orang-orang yang sakit di antara kami, sembuhkanlah orang-orang yang terluka di antara mereka, dan bebaskanlah orang-orang yang tertawan di antara kami
Pulihkanlah kelemahan kami, tutupilah aib kami, ampunilah dosa kami, dan terimalah doa kami, Wahai Dzat Yang paling pengasih
اَللَّهُمَّ عَلَيكَ بِالْمُنَافِقِينَ وَالْعُمَلاَءِ وَأَعْدَاءِ الدِّينِ
اَللَّهُمَّ طَهِـّْر صُفُوفَنَا مِنَ اْلمُنَافِقِينَ وَالْعُمَلاَءِ
Ya Allah, hancurkanlah orang-orang munafik, antek-anteknya, dan musuh-musuh agama
Ya Allah, bersihkanlah barisan kami dari orang-orang munafik dan antek-anteknya
اللَّهُــمَّ آمـــين اللَّهُــمَّ آمـــين اللَّهُــمَّ آمـــين اللَّهُــمَّ آمـــين
وصلِّ اَللَّهُمَّ وسلـّم على إمام المجاهدين وقائد الغرّ المحجـّلين وعلى آله وصحبه أجمعين
Ya Allah, kabulkanlah, kabulkanlah, kabulkanlah
Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada pemimpin mujahidin dan komandan orang-orang yang wajahnya bercahaya di hari akhir, juga kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya

Amien ya robbal alamiin  Hanya coretan BLOGER NEWBIE