Selasa, 18 Maret 2014

BUAT KAMU

NeonoRV

haCkeD by Black Angels

BUAT KAMU  : AKU SAKIT,BAGAI TERCABIK-CABIK,HUNUSAN PEDANGMU Copyright - 2014

Sabtu, 15 Maret 2014

KETIKA AKU MENGERTI TENTANG " GELAP " DARI IBUKU





Arya Narindra






Berusaha Menjadi Diri Sendiri

Greetz: Kau pasti bisa

     IBU


Jangan samakan gelap yang Tuhan ciptakan dengan gelap ketika kau menutup matamu dengan kedua telapak tanganmu sendiri.


Aku terbangun dari lelah yang panjang. Memandang sekelilingku dengan rasa hampa. Gelap. Lalu aku menangis, tercekik, dan tidak dapat bernafas.


“Tenangkan hatimu, Nak.”


“Ibu?”


Ah, rasanya sudah sekian lama aku mencoba beradaptasi dengan gelap. Waktu yang berputar bagaikan roda mobil balap yang siap menuju garis finish. Aku tak bisa mengendalikannya, seolah ia berlari tanpa kendali. Ya, memang begitulah waktu. Berputar tanpa kendali. Yang bisa mendatangkan penyesalan ataupun kebahagiaan.


“Bu, apa gelap itu indah?”


“Semua yang diciptakan Tuhan selalu indah. Cahaya, gelap, mereka diciptakan dengan tugas masing-masing.”


“Lalu apa yang bisa kita lihat dari gelap?”


“Rabalah hatimu sendiri, Nak. Kau tidak akan dapat melihat apa-apa dalam gelap dengan dua bola matamu yang indah. Tapi kau akan merasakan sesuatu yang menjalar di hatimu.”


“Sekalipun ketakutan, Bu?”


“Ya! Sekalipun ketakutan, Nak. Kau bisa bayangkan mengapa Tuhan menciptakan duri yang tajam pada mawar yang indah?”


“Agar tidak sembarang kumbang meraih madunya.”


“Begitulah kegelapan dan ketakutan yang diciptakan. Kau akan berjalan dengan hati-hati tatkala gelap. Dan kau akan belajar melihat sesuatu dari hatimu, bukan hanya dari mata indahmu saja.”


“Jadi, gelap itu apa Bu?”

“Anakku sayang, gelap adalah bagian dari diri kita yang tertutup. Tidak ada manusia yang sempurna. Sebagian dari kita adalah penuh dosa dan serasa penuh kegelapan. Namun tidak hidup jika tak belajar. Ketika kau melihat hamparan hampa, jangan tutup matamu. Itu akan semakin membuatmu terjerembab. Yakinlah, di ujung jalan sana akan kau temui pintu dengan cahaya yang sangat indah.”


“Seperti pintu yang ibu temui sekarang?”


“Iya, Nak. Jika kau masih terus menyayangi ibu, sedikit lagi ibu akan bisa membuka pintu itu dan memasukinya.”


“I wish you can go there, Mom. I promise to always pray for you.”


“Tersenyumlah, Nak. Kelak kau harus menceritakan bagaimana memotret gelap pada anak cucumu. And we will meet here later.”



Sabtu, 08 Maret 2014

PAHLAWAN KEMANUSIAAN

By arya Narindra KSR




WE ARE VOLUTEER

INDONESIAN RED CROSS


TUNJUKKAN JIWA RELAWANMU


BANGKITKAN NALURI KEMANUSIANMU








NeonoRV

SALAM KEMANUSIAAN !!

Thanks To :| KSR | TSR | PMR | SATGANA| SIBAT |
 Masih teringat di benak kita tentang cerita-cerita kepahlawanan para pejuang kemerdekaan dijaman dahulu. Begitu cerdas dan pemberaninya seorang Diponegoro yang memimpin pasukannya untuk melakukan perang gerilya melawan Belanda. Atau kisah tentang perlawanan arek-arek Surabaya pada tanggal 10 November tahun 1945 yang lalu. Semua itu menjadi pelajaran bagi kita untuk melawan segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Di jaman itu para pejuang melakukan perlawanan secara fisik. Dan bagi setiap warga negara Indonesia secara otomatis mendatangi seruan untuk ikut menumpas penjajah. Demi mempertahankan wilayah kekuasaan tanah air Indonesia dan terusirnya Belanda dari Bumi Pertiwi ini.
Dimasa ini tentu tak ada lagi penjajahan yang menyebabkan peperangan kontak fisik seperti jaman kemerdekaan dulu. Namun kondisi sekarang ini tidak juga mencerminkan kehidupan kemasyarakatan yang sejahtera. Tentu hal ini bukan persoalan berbeda akibat dari bentuk penjajahan. Akan tampak kerusakan demi kerusakan yang sengaja dibuat hanya untuk mementingkan ambisi pribadi dan golongannya. Kerusakan demi keruskan itulah sebagai bentuk perbedaan bentuk penjajahan masa kemerdekaan dengan masa sekarang.
Banyak diantara kita yang sudah menyadari bentuk penjajahan dimasa sekarang. Namun hanya sedikit yang mau bergerak dan mengambil peran untuk melawannya. Yang tak kalah banyak adalah mereka yang tak juga sadar tetapi hanya bisa meratapi kehidupannya yang berganti hari kondisinya tetap sama. Tak ada perubahan. Sungguh memprihatinkan.
Yang sedikit tadi adalah generasi harapan bangsa ini. Melawan segala bentuk kecarut marutan yang terjadi di Negara ini dengan perbuatan bukan dengan perdebatan. Dengan teladan bukan sekedar himbauan. Dengan tuntunan bukan dengan pencitraan.
Ya, saat ini ada sebagian pihak yang mencoba untuk mendatangi seruan untuk merubah kondisi ini dengan menjadi seorang yang rela memberikan waktunya, rela memberikan tenaganya, rela memberikan pemikirannya bahkan rela memberikan hartanya. Bukan untuk mereka sendiri namun untuk sesama. Karena mereka tahu bahwa kunci perubahan mengusir penjajah saat ini hanya dengan melawan jadi relawan.
Dengan jadi relawan sesungguhnya dia tidak sedang berjuang untuk kehidupannya saja. Akan tetapi dia sedang berjuang untuk kehidupan generasinya dimasa mendatang. Agar generasinya bisa menikmati kehidupan dunia ini dengan tidak saling berebut untuk memanfaatkan kekayaan bumi yang ada didalamnya. Agar generasi mendatang tak menjadi generasi pesakitan karena parahnya kerusakan tanah kelahirannya. Agar generasi mendatang terus bisa melanjutkan dan meneruskan sebuah entitas kehidupan sampai ada tangan tuhan yang berkata lain.
Harapannya moment hari relawan sedunia yang bertepatan dengan tanggal 5 Desember bisa membuka mata dan telinga bagi setiap generasi yang mengaku berjiwa muda. Yang mengaku mempunyai empati. Yang mengaku berjiwa sosial. Dan akan bersama-sama bahu membahu untuk mengusir segala bentuk penjajahan yang sistemik dalam menghancurkan tatanan kehidupan kita. Dan tentu perlawanannya akan dilakukan dengan segala mecam bentuk perbuatan, segala macam bentuk perubahan yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar dan bangsa ini.
Siapkah menjadi relawan ?
By Korps Suka Relawan Temanggung
My Family :| Indonesian Red Cross Army | Korps SukaRela | Palang Merah Remaja |

SATGANA PMI JATENG

NeonoRV

BY Arya Narindra Hasyim



SATGANA PMI
" KAMI BUKANLAH BERLAGAK SOK PAHLAWAN

KAMI HANYA INGIN PEDULI DAN BERADA BERSAMA MEREKA"
KAMI HANYA INGIN MEMBAKTIKAN
JIWA KAMI UNTUK KEMANUSIAAN





SATGANA PMI JATENG

RELAWAN Palang Merah Indonesia


PROFESIONAL

TANGGAP DAN DI CINTAI

PRAJURIT KEMANUSIAAN YANG TERDEPAN

DI GARIS DEPAN

Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban Kecelakaan, tanggap darurat bencana 
Meliputi petolongan pertama, evakuasi, watsan , dapur umum, penampungan darurat, distribusi relief, Restoring & Family Links, Program Dukungan Psikososial, Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM), Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (PPBM), Pengurangan Risiko Dampak Bencana, Kampanye HIV & AIDS dan lain-lain

KAMI
BUKAN PAHLAWAN
TAPI KAMI VOLUNTEER KEMANUSIAAN





HUMAS

PRAJURIT TANGGAP DARURAT

ASSESMENT








KOLABORATION

Pelatihan TDB menempa relawan untuk disiplin dan beradaptasi dengan lingkungan bencana dan situasi darurat dengan diajarkan survival (bertahan) hidup di tenda dan fasilitas yang terbatas. Pelatihan Assesmen mendidik relawan untuk bisa melakukan pendataan dan analisa situasi dan kondisi wilayah dan masyarakat yang terkena bencana. Sedangkan pelatihan Kehumasan mengajarkan relawan agar mampu mendokumentasikan kegiatan pelayanan yang diberikan PMI dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Thanks To :| KORPS SUKARELA PMI TEMANGGUNG | Hasyim Narindra Arya | Sahabat-Sahabat | Markas | Unit Donor Darah | Balai Pengobatan| Andy Pratikno | Imron Rosidi |Deni | Fuad Rosyadi | Ahmad Tirun | Sapardi|Rahmad Fauzi | Taufik |Suprapto | Khamim | Prastyo | Fauzan| Huda | Teguh | Budi Susilo | Awada-Arif | Pak Tasrif | Ita-Alem-Ulfa-Nurma-Desy-Wati | KSR Gir's| Nurul-Sekti-Mukti-Irum-Youli-Daning-Toriq-Putri Dinar-Reni-Putri- | Dan PMR & TSR PMI Kab TEMANGGUNG Beserta Pengurus
By KSR PMI TEMANGGUNG