Sabtu, 08 Maret 2014
PAHLAWAN KEMANUSIAAN
Di jaman itu para pejuang melakukan perlawanan secara fisik. Dan bagi setiap warga negara Indonesia secara otomatis mendatangi seruan untuk ikut menumpas penjajah. Demi mempertahankan wilayah kekuasaan tanah air Indonesia dan terusirnya Belanda dari Bumi Pertiwi ini.
Dimasa ini tentu tak ada lagi penjajahan yang menyebabkan peperangan kontak fisik seperti jaman kemerdekaan dulu. Namun kondisi sekarang ini tidak juga mencerminkan kehidupan kemasyarakatan yang sejahtera. Tentu hal ini bukan persoalan berbeda akibat dari bentuk penjajahan. Akan tampak kerusakan demi kerusakan yang sengaja dibuat hanya untuk mementingkan ambisi pribadi dan golongannya. Kerusakan demi keruskan itulah sebagai bentuk perbedaan bentuk penjajahan masa kemerdekaan dengan masa sekarang.
Banyak diantara kita yang sudah menyadari bentuk penjajahan dimasa sekarang. Namun hanya sedikit yang mau bergerak dan mengambil peran untuk melawannya. Yang tak kalah banyak adalah mereka yang tak juga sadar tetapi hanya bisa meratapi kehidupannya yang berganti hari kondisinya tetap sama. Tak ada perubahan. Sungguh memprihatinkan.
Yang sedikit tadi adalah generasi harapan bangsa ini. Melawan segala bentuk kecarut marutan yang terjadi di Negara ini dengan perbuatan bukan dengan perdebatan. Dengan teladan bukan sekedar himbauan. Dengan tuntunan bukan dengan pencitraan.
Ya, saat ini ada sebagian pihak yang mencoba untuk mendatangi seruan untuk merubah kondisi ini dengan menjadi seorang yang rela memberikan waktunya, rela memberikan tenaganya, rela memberikan pemikirannya bahkan rela memberikan hartanya. Bukan untuk mereka sendiri namun untuk sesama. Karena mereka tahu bahwa kunci perubahan mengusir penjajah saat ini hanya dengan melawan jadi relawan.
Dengan jadi relawan sesungguhnya dia tidak sedang berjuang untuk kehidupannya saja. Akan tetapi dia sedang berjuang untuk kehidupan generasinya dimasa mendatang. Agar generasinya bisa menikmati kehidupan dunia ini dengan tidak saling berebut untuk memanfaatkan kekayaan bumi yang ada didalamnya. Agar generasi mendatang tak menjadi generasi pesakitan karena parahnya kerusakan tanah kelahirannya. Agar generasi mendatang terus bisa melanjutkan dan meneruskan sebuah entitas kehidupan sampai ada tangan tuhan yang berkata lain.
Harapannya moment hari relawan sedunia yang bertepatan dengan tanggal 5 Desember bisa membuka mata dan telinga bagi setiap generasi yang mengaku berjiwa muda. Yang mengaku mempunyai empati. Yang mengaku berjiwa sosial. Dan akan bersama-sama bahu membahu untuk mengusir segala bentuk penjajahan yang sistemik dalam menghancurkan tatanan kehidupan kita. Dan tentu perlawanannya akan dilakukan dengan segala mecam bentuk perbuatan, segala macam bentuk perubahan yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar dan bangsa ini.
Siapkah menjadi relawan ?
SATGANA PMI JATENG
SATGANA PMI
" KAMI BUKANLAH BERLAGAK SOK PAHLAWAN
KAMI HANYA INGIN PEDULI DAN BERADA BERSAMA MEREKA"
KAMI HANYA INGIN MEMBAKTIKAN
JIWA KAMI UNTUK KEMANUSIAAN
" KAMI BUKANLAH BERLAGAK SOK PAHLAWAN
KAMI HANYA INGIN PEDULI DAN BERADA BERSAMA MEREKA"
KAMI HANYA INGIN MEMBAKTIKAN
JIWA KAMI UNTUK KEMANUSIAAN
SATGANA PMI JATENG
RELAWAN Palang Merah Indonesia
PROFESIONAL
TANGGAP DAN DI CINTAI
PRAJURIT KEMANUSIAAN YANG TERDEPAN
DI GARIS DEPAN
Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban Kecelakaan, tanggap darurat bencana
Meliputi petolongan pertama, evakuasi, watsan , dapur umum, penampungan darurat, distribusi relief, Restoring & Family Links, Program Dukungan Psikososial, Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM), Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (PPBM), Pengurangan Risiko Dampak Bencana, Kampanye HIV & AIDS dan lain-lain
KAMI
Langganan:
Postingan (Atom)










