ALLOH MAHA SEGALANYA
Dan kisah ini hanyalah sedikit dari banyaknya ceritaku
Kisah teladan yang menggetarkan hatiku....bagaimana dengan hatimu???
untuk mengetestnya silahkan baca dengan seksama...semoga bermanfaat
Kisah teladan yang menggetarkan hatiku....bagaimana dengan hatimu???
untuk mengetestnya silahkan baca dengan seksama...semoga bermanfaat
Oleh Ikka Nur Cahyani
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ku Sangka Kakek Itu orang Gila..Astagfirullah
Pagi tadi kurang lebih pukul 08.00 aku singgah sarapan disebuah restauran sederhana, sementara aku menunggu menu datang. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang kakek yang "lusuh " karakternya.. Badanya kotor, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.
Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Berkata dalam hati, apa kakek ini kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi goreng. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada kakek tadi. Bapak pemilik restauran kaget dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas "tunggu sebentar".
kakek tadi menghampiri aku sambil berkata "kakek dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati berkata "sungguh indah bahasa kakek yang ku sangka gila tadi". Aku bangun dengan kecewa karena pesanan aku tidak diterima oleh kakek. Lalu aku pergi pada bapak pemilik restauran yang memanggil ku tadi.
Ada apa pak? bapak pemilik Restauran berkata: Jangan kasih dan suruh dia makan jgn disini, nanti customer bapak lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Astagfirullah, Jika orang itu ayah kandung bapak,apakah bapak akan usir dia?" bapak itu diam. Tak apa pak, saya akan bayar ansuran kalo bapak rugi hari ni. Saya mau tanya pak,apa betul kakek td tu sudah makan? bapak jawab, tidak. Dari mula bapak buka pukul 6.30 tadi kakek kopiah itu duduk di tiang itu.
Dalam hati kecilku berkata, tak pernah aku jumpa kakek yang aku anggap gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku hampiri kakek kopiah tu. "kakek, saya makan sendiri, apa kakek mau temani saya makan." kakek itu lalu menghampiriku kerana kesungguhan ku. Banyak yang berganti meja karena bau kakek itu, namun karena ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.
Melihat kakek itu makan dengan sangat sopan hatiku menjadi bahagia. Aku bertanya beberapa persoalan pada kakek tua itu. Kakek dari mana, tinggal dimana? Kakek itu menjawab. Aku merantau cari ridha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah menyangka yg bukan2. Jangan2 wali kakek ini? Mana keluarga kakek?
Kakek dibuang oleh keluarga kakek karena sekeping tanah. Kenapa kakek? Apa masalahnya? Kakek sedekahkan tanah itu untuk seseorang untuk dibangunkan Sebuah pondok Pesantren. Keluarga kakek terus buang kakek. Ya Allah...
Kakek tinggal dimana? Kakek it hanya diam saja tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil bapak pemilik restauran untuk bayar. Semuanya berharga Rp.250.000 ,Aku buka dompet ku, dan aku lupa aku hanya bawa RP.150.000 ,Aduh.... Kakek itu melihat raut wajah muka ku seolah2 melihat masalah dalam dompetku.Lalu Kakek itu memberi sesuatu padaku. Nak, ambil duit ni, kakek yg bayarkan.
Mau tau? Kakek keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia , dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (kakek itu bekas tentara laut).. Semua orang yang makan direstauran tersebut dia bayarkan. Subhanallah.. Semua orang heran ,bapak pemilik restauran berkata "makanan semua sudah dibayarkan oleh kakek kopiah tadi". Semua orang memandang kearahku dan juga kakek. Dengan tiba2 kakek kopiah it angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat . Dan paling terharu apabila aku dengar suara "aamiin....." dengan suara yang ramai. Dan aku berpaling ke belakang, ternyata semua orang mengangkat tangan bersama kakek kopiah itu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.
Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru Agama!! Ada yang menangis karena doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan kakek tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor ku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada kakek tadi. Aku senyum bahagia bahwa orang sekeliling mulai menyukai kakek itu. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.
Dan Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terharu, dan terus kupandang ke arah tempat kakek tadi. Beliau sudah tidak ada disitu. Aku terus pakai helm dan tutup pemuka helm. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan...
Ya Allah.. Kau peliharakanlah kakek itu..AAMIIN Ya Rabbalalamiin
"Seburuk mana pun luaran seseorang jangan sesekali menghina kerana siapa tahu dia lebih mulia dari kita di sisi Allah Ta'alla
Ku Sangka Kakek Itu orang Gila..Astagfirullah
Pagi tadi kurang lebih pukul 08.00 aku singgah sarapan disebuah restauran sederhana, sementara aku menunggu menu datang. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang kakek yang "lusuh " karakternya.. Badanya kotor, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.
Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Berkata dalam hati, apa kakek ini kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi goreng. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada kakek tadi. Bapak pemilik restauran kaget dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas "tunggu sebentar".
kakek tadi menghampiri aku sambil berkata "kakek dah makan nak.. terima kasih nak.." Dalam hati berkata "sungguh indah bahasa kakek yang ku sangka gila tadi". Aku bangun dengan kecewa karena pesanan aku tidak diterima oleh kakek. Lalu aku pergi pada bapak pemilik restauran yang memanggil ku tadi.
Ada apa pak? bapak pemilik Restauran berkata: Jangan kasih dan suruh dia makan jgn disini, nanti customer bapak lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. "Astagfirullah, Jika orang itu ayah kandung bapak,apakah bapak akan usir dia?" bapak itu diam. Tak apa pak, saya akan bayar ansuran kalo bapak rugi hari ni. Saya mau tanya pak,apa betul kakek td tu sudah makan? bapak jawab, tidak. Dari mula bapak buka pukul 6.30 tadi kakek kopiah itu duduk di tiang itu.
Dalam hati kecilku berkata, tak pernah aku jumpa kakek yang aku anggap gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku hampiri kakek kopiah tu. "kakek, saya makan sendiri, apa kakek mau temani saya makan." kakek itu lalu menghampiriku kerana kesungguhan ku. Banyak yang berganti meja karena bau kakek itu, namun karena ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.
Melihat kakek itu makan dengan sangat sopan hatiku menjadi bahagia. Aku bertanya beberapa persoalan pada kakek tua itu. Kakek dari mana, tinggal dimana? Kakek itu menjawab. Aku merantau cari ridha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah menyangka yg bukan2. Jangan2 wali kakek ini? Mana keluarga kakek?
Kakek dibuang oleh keluarga kakek karena sekeping tanah. Kenapa kakek? Apa masalahnya? Kakek sedekahkan tanah itu untuk seseorang untuk dibangunkan Sebuah pondok Pesantren. Keluarga kakek terus buang kakek. Ya Allah...
Kakek tinggal dimana? Kakek it hanya diam saja tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil bapak pemilik restauran untuk bayar. Semuanya berharga Rp.250.000 ,Aku buka dompet ku, dan aku lupa aku hanya bawa RP.150.000 ,Aduh.... Kakek itu melihat raut wajah muka ku seolah2 melihat masalah dalam dompetku.Lalu Kakek itu memberi sesuatu padaku. Nak, ambil duit ni, kakek yg bayarkan.
Mau tau? Kakek keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia , dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (kakek itu bekas tentara laut).. Semua orang yang makan direstauran tersebut dia bayarkan. Subhanallah.. Semua orang heran ,bapak pemilik restauran berkata "makanan semua sudah dibayarkan oleh kakek kopiah tadi". Semua orang memandang kearahku dan juga kakek. Dengan tiba2 kakek kopiah it angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat . Dan paling terharu apabila aku dengar suara "aamiin....." dengan suara yang ramai. Dan aku berpaling ke belakang, ternyata semua orang mengangkat tangan bersama kakek kopiah itu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.
Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru Agama!! Ada yang menangis karena doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan kakek tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor ku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada kakek tadi. Aku senyum bahagia bahwa orang sekeliling mulai menyukai kakek itu. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.
Dan Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: "Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam.." Aku terharu, dan terus kupandang ke arah tempat kakek tadi. Beliau sudah tidak ada disitu. Aku terus pakai helm dan tutup pemuka helm. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan...
Ya Allah.. Kau peliharakanlah kakek itu..AAMIIN Ya Rabbalalamiin
"Seburuk mana pun luaran seseorang jangan sesekali menghina kerana siapa tahu dia lebih mulia dari kita di sisi Allah Ta'alla

My Family :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar