AKU MEMINTA TAPI SELALU JAWABANNYA 'tidak'
TUHAN MENJAWAB TIDAK
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan setiap masalah-masalahku. Tuhan menjawab ",Tidak.Itu bukan untuk Kusingkirkan tetapi agar kau dapat mengalahkannya.
Aku meminta Tuhan untuk menyembuhkan kecacatanku. Tuhan menjawab ", Tidak.Jiwa adalah sempurna sedangkan badan itu hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab", Tidak. Kesabaran itu didapatkan dari kesulitan yang dilalui.Itu tidak dapat diberikan tetapi harus dipelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberikan kebahagian bagiku. Tuhan menjawab ", Tidak. Aku memberikanmu rasa syukur supaya kamu selalu merasa hidupmu tak berkekurangan.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan. Tuhan menjawab", Tidak. Penderitaan itu menjauhkanmu dari hal duniawi dan mendekatkanmu kepadaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan imanku. Tuhan menjwab ", Tidak. Kamu harus menumbuhkan sendiri dan Aku akan memangkasnya supaya dapat membuatmu berbuah indah.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberikan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Tuhan menjawab", Tidak.Aku memberikanmu hidup sehingga kamu dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan untuk membantuku mengasihi orang lain seperti Tuhan mengasihiku. Tuhan pun tersenyum dan menjawab", Aaaahhh, akhirnya kamu mengerti juga. Bagi dunia kamu mungkin hanya seseorang tetapi bagi seseorang kamu mungkin dunianya. Maka belajarlah mengasihi mereka.
KU BERUSAHA BERTANYA PADA DIRIKU??
YANG LALU BIARLAH BERLALU KAWAN..
Jangan hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam.Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu , matahari ke tempatnya terbit , seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata ? Ingatlah , keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yng telah terjadi pada masa lalu, adalah kondisi yang sangat naif, memprihatinkan dan menakutkan.
Membaca kembali lembaran pahit masa lalu, hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan dengan memikirkan masa lalu.
Itu sama halnya dengan mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu,niscaya mereka tidak akan mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat sedikitpun ke belakang. Pasalnya , angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan bergerak ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu , janganlah melawan sunnah kehidupan.
PERPISAHAN
Salah satu kata yg paling berat untuk saya katakan dan dengarkan adalah kata ‘perpisahan’. Mudah untuk dituliskan, namun begitu berat untuk dihadapi. Namun mungkin bila tidak ada kata perpisahan, tidak akan ada kata pertemuan. Kedua kata itu adalah 2 hal yg tidak bisa dipisahkan. Bila ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tatkala Nabi Adam AS diciptakan dan menemukan dirinya bermukim di surga, beberapa saat kemudian dia harus rela berpisah dengan surga yang penuh kenikmatan. Nabi Adam AS hijrah ke dunia yang unik, penuh warna dan tantangan. Inilah mungkin awal mula sejarah kata pertemuan dan perpisahan dalam sejarah anak manusia.
Siklus pertemuan dan perpisahan ini terus terjadi dalam kehidupan seseorang dan dalam sejarah peradaban manusia karena kedua kata itu memang mesti ada ketika manusia ada. Siapapun dia harus mengalaminya. Pertemuan biasanya diwarnai dengan hal2 yg indah dan membahagiakan. Perpisahan lebih byk dihiasi dgn kesedihan, keharuan dan linangan air mata. Jarang kondisi ini terbalik. Pertemuan adalah awal dari sesuatu yg baru, tapi perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.
Mungkin saya termasuk salah seorang yang harus mengalami siklus ini. Perpisahan dan pertemuan yang silih berganti dengan seseorang yang menjadikan hidupku penuh warna. Andai kata itu bisa dihapus dari kamus kehidupan ini, aku akan me-delete-nya secara permanen. Namun kata itu sepertinya adalah hal yg ‘default‘ dlm program kehidupan setiap insan, sehingga mustahil untuk dihilangkan.
*********************
Kini aku sudah sampai kembali di penghujung malam. Kusingkirkan almanak di atas meja agar aku tidak menghitung berapa malam yang mesti kulewati tanpa dirinya. Penantian yang berkepanjangan adalah hal cukup menyengsarakan.
Menunggu pertemuan kembali adalah pekerjaan yang berat dan menegangkan. Kata orang penantian bisa menjadi hal yang membahagiakan bila kita menikmatinya dan mengisinya dengan hal2 yang bermanfaat.
Namun secara jujur kukatakan, amat sulit untuk menikmatinya. Kadang malah menyiksa… Perpisahan yg berat, namun harus dijalani kembali demi menggapai sebuah mimpi. Aku hanya bisa menyemangati diri sendiri. Ruang kembali memisahkan cintaku…
Hari-hari terasa begitu lama untuk dilewati. Apakah sehari telah berubah jadi 48 jam ? Sepertinya tidak, tapi kadang saya merasa seperti itu. Waktu seakan merangkak seperti siput yg ingin melewati jembatan Suramadu. Rindu yang membuncah seakan tak terbendung. Andai aku bisa, aku akan menggulung waktu kedepan dan memotong pita perjalanan hidupku untuk beberapa waktu. Jika Doraemon ada di sini, aku akan memintanya untuk meminjamkan mesin waktu atau pintu ajaib miliknya. Ingin rasanya raga ini terbang ke suatu tempat walau tanpa baling-baling bambu. Menemui cintaku.
Semakin lama perasaan ini semakin hebat.. namun saya masih berusaha untuk bertahan karena sebuah alasan kemanusiaan.
saya sebenarnya sadar hal ini bisa membuat yg sehat jd sakit,membuat yg waras jd gila..semua menjadi gak karuan.. sungguh luar biasa dampak dari cinta ini..
mungkin engkau tak kan pernah tahu seperti apa saya melalui semua ini sendirian tanpamu.. rasanya begitu amat perih saat melewati tiap detiknya..
sering selalu saya belajar membayangkan menanti dari pagi hingga malam.. menanti dari detik ke menit.. dari menit ke jam.. dari hari ke hari.. dari minggu ke minggu.. dari bulan ke bulan..
apakah akan sanggup kulalui ini semua dari tahun ke tahun??
mungkin engkau tak tahu bagaimana rasanya men jadi diriku saat berada dalam puncak teramat sangat mencintaimu,menyayangimu,mengasihimu,mempercayaimu sepenuh hati
semua yang engkau katakan selalu benar dihatiku..
biar seluruh dunia pun mengatakan kalau enkau hanya membohongiku,memanfaatkanku,menjadikanku tempat pelarian kegelisahan hatimu,tapi ku tetap mempercayaimu dan tetap memilih untuk bertahan atas nama kasih dan sayang.
KU BERUSAHA BERTANYA PADA DIRIKU??
YANG LALU BIARLAH BERLALU KAWAN..
Jangan hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam.Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu , matahari ke tempatnya terbit , seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata ? Ingatlah , keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yng telah terjadi pada masa lalu, adalah kondisi yang sangat naif, memprihatinkan dan menakutkan.
Membaca kembali lembaran pahit masa lalu, hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan dengan memikirkan masa lalu.
Itu sama halnya dengan mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu,niscaya mereka tidak akan mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat sedikitpun ke belakang. Pasalnya , angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan bergerak ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu , janganlah melawan sunnah kehidupan.
PERPISAHAN
Salah satu kata yg paling berat untuk saya katakan dan dengarkan adalah kata ‘perpisahan’. Mudah untuk dituliskan, namun begitu berat untuk dihadapi. Namun mungkin bila tidak ada kata perpisahan, tidak akan ada kata pertemuan. Kedua kata itu adalah 2 hal yg tidak bisa dipisahkan. Bila ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tatkala Nabi Adam AS diciptakan dan menemukan dirinya bermukim di surga, beberapa saat kemudian dia harus rela berpisah dengan surga yang penuh kenikmatan. Nabi Adam AS hijrah ke dunia yang unik, penuh warna dan tantangan. Inilah mungkin awal mula sejarah kata pertemuan dan perpisahan dalam sejarah anak manusia.
Siklus pertemuan dan perpisahan ini terus terjadi dalam kehidupan seseorang dan dalam sejarah peradaban manusia karena kedua kata itu memang mesti ada ketika manusia ada. Siapapun dia harus mengalaminya. Pertemuan biasanya diwarnai dengan hal2 yg indah dan membahagiakan. Perpisahan lebih byk dihiasi dgn kesedihan, keharuan dan linangan air mata. Jarang kondisi ini terbalik. Pertemuan adalah awal dari sesuatu yg baru, tapi perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.
Mungkin saya termasuk salah seorang yang harus mengalami siklus ini. Perpisahan dan pertemuan yang silih berganti dengan seseorang yang menjadikan hidupku penuh warna. Andai kata itu bisa dihapus dari kamus kehidupan ini, aku akan me-delete-nya secara permanen. Namun kata itu sepertinya adalah hal yg ‘default‘ dlm program kehidupan setiap insan, sehingga mustahil untuk dihilangkan.
*********************
Kini aku sudah sampai kembali di penghujung malam. Kusingkirkan almanak di atas meja agar aku tidak menghitung berapa malam yang mesti kulewati tanpa dirinya. Penantian yang berkepanjangan adalah hal cukup menyengsarakan.
Menunggu pertemuan kembali adalah pekerjaan yang berat dan menegangkan. Kata orang penantian bisa menjadi hal yang membahagiakan bila kita menikmatinya dan mengisinya dengan hal2 yang bermanfaat.
Namun secara jujur kukatakan, amat sulit untuk menikmatinya. Kadang malah menyiksa… Perpisahan yg berat, namun harus dijalani kembali demi menggapai sebuah mimpi. Aku hanya bisa menyemangati diri sendiri. Ruang kembali memisahkan cintaku…
Hari-hari terasa begitu lama untuk dilewati. Apakah sehari telah berubah jadi 48 jam ? Sepertinya tidak, tapi kadang saya merasa seperti itu. Waktu seakan merangkak seperti siput yg ingin melewati jembatan Suramadu. Rindu yang membuncah seakan tak terbendung. Andai aku bisa, aku akan menggulung waktu kedepan dan memotong pita perjalanan hidupku untuk beberapa waktu. Jika Doraemon ada di sini, aku akan memintanya untuk meminjamkan mesin waktu atau pintu ajaib miliknya. Ingin rasanya raga ini terbang ke suatu tempat walau tanpa baling-baling bambu. Menemui cintaku.
Semakin lama perasaan ini semakin hebat.. namun saya masih berusaha untuk bertahan karena sebuah alasan kemanusiaan.
saya sebenarnya sadar hal ini bisa membuat yg sehat jd sakit,membuat yg waras jd gila..semua menjadi gak karuan.. sungguh luar biasa dampak dari cinta ini..
mungkin engkau tak kan pernah tahu seperti apa saya melalui semua ini sendirian tanpamu.. rasanya begitu amat perih saat melewati tiap detiknya..
sering selalu saya belajar membayangkan menanti dari pagi hingga malam.. menanti dari detik ke menit.. dari menit ke jam.. dari hari ke hari.. dari minggu ke minggu.. dari bulan ke bulan..
apakah akan sanggup kulalui ini semua dari tahun ke tahun??
mungkin engkau tak tahu bagaimana rasanya men jadi diriku saat berada dalam puncak teramat sangat mencintaimu,menyayangimu,mengasihimu,mempercayaimu sepenuh hati
semua yang engkau katakan selalu benar dihatiku..
biar seluruh dunia pun mengatakan kalau enkau hanya membohongiku,memanfaatkanku,menjadikanku tempat pelarian kegelisahan hatimu,tapi ku tetap mempercayaimu dan tetap memilih untuk bertahan atas nama kasih dan sayang.
KU BERUSAHA BERTANYA PADA DIRIKU??
YANG LALU BIARLAH BERLALU KAWAN..
Jangan hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam.Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu , matahari ke tempatnya terbit , seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata ? Ingatlah , keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yng telah terjadi pada masa lalu, adalah kondisi yang sangat naif, memprihatinkan dan menakutkan. Membaca kembali lembaran pahit masa lalu, hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan dengan memikirkan masa lalu. Itu sama halnya dengan mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu,niscaya mereka tidak akan mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya. Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat sedikitpun ke belakang. Pasalnya , angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan bergerak ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu , janganlah melawan sunnah kehidupan.
PERPISAHAN
Salah satu kata yg paling berat untuk saya katakan dan dengarkan adalah kata ‘perpisahan’. Mudah untuk dituliskan, namun begitu berat untuk dihadapi. Namun mungkin bila tidak ada kata perpisahan, tidak akan ada kata pertemuan. Kedua kata itu adalah 2 hal yg tidak bisa dipisahkan. Bila ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tatkala Nabi Adam AS diciptakan dan menemukan dirinya bermukim di surga, beberapa saat kemudian dia harus rela berpisah dengan surga yang penuh kenikmatan. Nabi Adam AS hijrah ke dunia yang unik, penuh warna dan tantangan. Inilah mungkin awal mula sejarah kata pertemuan dan perpisahan dalam sejarah anak manusia.
Siklus pertemuan dan perpisahan ini terus terjadi dalam kehidupan seseorang dan dalam sejarah peradaban manusia karena kedua kata itu memang mesti ada ketika manusia ada. Siapapun dia harus mengalaminya. Pertemuan biasanya diwarnai dengan hal2 yg indah dan membahagiakan. Perpisahan lebih byk dihiasi dgn kesedihan, keharuan dan linangan air mata. Jarang kondisi ini terbalik. Pertemuan adalah awal dari sesuatu yg baru, tapi perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.
Mungkin saya termasuk salah seorang yang harus mengalami siklus ini. Perpisahan dan pertemuan yang silih berganti dengan seseorang yang menjadikan hidupku penuh warna. Andai kata itu bisa dihapus dari kamus kehidupan ini, aku akan me-delete-nya secara permanen. Namun kata itu sepertinya adalah hal yg ‘default‘ dlm program kehidupan setiap insan, sehingga mustahil untuk dihilangkan.
*********************
Kini aku sudah sampai kembali di penghujung malam. Kusingkirkan almanak di atas meja agar aku tidak menghitung berapa malam yang mesti kulewati tanpa dirinya. Penantian yang berkepanjangan adalah hal cukup menyengsarakan. Menunggu pertemuan kembali adalah pekerjaan yang berat dan menegangkan. Kata orang penantian bisa menjadi hal yang membahagiakan bila kita menikmatinya dan mengisinya dengan hal2 yang bermanfaat. Namun secara jujur kukatakan, amat sulit untuk menikmatinya. Kadang malah menyiksa… Perpisahan yg berat, namun harus dijalani kembali demi menggapai sebuah mimpi. Aku hanya bisa menyemangati diri sendiri. Ruang kembali memisahkan cintaku…
Hari-hari terasa begitu lama untuk dilewati. Apakah sehari telah berubah jadi 48 jam ? Sepertinya tidak, tapi kadang saya merasa seperti itu. Waktu seakan merangkak seperti siput yg ingin melewati jembatan Suramadu. Rindu yang membuncah seakan tak terbendung. Andai aku bisa, aku akan menggulung waktu kedepan dan memotong pita perjalanan hidupku untuk beberapa waktu. Jika Doraemon ada di sini, aku akan memintanya untuk meminjamkan mesin waktu atau pintu ajaib miliknya. Ingin rasanya raga ini terbang ke suatu tempat walau tanpa baling-baling bambu. Menemui cintaku.
Semakin lama perasaan ini semakin hebat.. namun saya masih berusaha untuk bertahan karena sebuah alasan kemanusiaan.
saya sebenarnya sadar hal ini bisa membuat yg sehat jd sakit,membuat yg waras jd gila..semua menjadi gak karuan.. sungguh luar biasa dampak dari cinta ini..
mungkin engkau tak kan pernah tahu seperti apa saya melalui semua ini sendirian tanpamu.. rasanya begitu amat perih saat melewati tiap detiknya..
sering selalu saya belajar membayangkan menanti dari pagi hingga malam.. menanti dari detik ke menit.. dari menit ke jam.. dari hari ke hari.. dari minggu ke minggu.. dari bulan ke bulan..
apakah akan sanggup kulalui ini semua dari tahun ke tahun??
mungkin engkau tak tahu bagaimana rasanya men jadi diriku saat berada dalam puncak teramat sangat mencintaimu,menyayangimu,mengasihimu,mempercayaimu sepenuh hati
semua yang engkau katakan selalu benar dihatiku..
biar seluruh dunia pun mengatakan kalau enkau hanya membohongiku,memanfaatkanku,menjadikanku tempat pelarian kegelisahan hatimu,tapi ku tetap mempercayaimu dan tetap memilih untuk bertahan atas nama kasih dan sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar